Alumni SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah Bangun Tradisi Intelektual Santri

Alumni SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah Bangun Tradisi Intelektual Santri

SHARE

Tasikmalaya – persis.or.id, Jaringan Allumni SMA Plus Muallimin Persis 182 (Jasmusim) memiliki cita-cita tinggi untuk khidmat bagi Islam, jam’iyyah Persis, umat dan bangsa.

Hal itu diutarakan ketua Jasmusim, Andri Nurkamal, saat mempresentasikan gagasan dan obsesi program Jasmusim di hadapan perwakilan alumni 11 angkatan SMA Plus Muallimin, ahad (23/07/2017).

Andri memandang heterogennya aktivitas alumni pesantrennya tersebut. Di samping potensi SDA di masa depan, menurut Andri, bahwa para alumni telah berhasil mementaskan diri mereka pada bidang yang berbeda-beda.

Namun begitu, semua perbedaan bidang spesialisasi itu diyakininya sebagai bekal terbaik untuk laju kembang jam’iyyah yang saling melengkapi, dan lebih jauhnya menjadi pionir kemajuan bangsa secara mapan.

SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah (biasa disebut SMUSIM) sudah lebih dari 1 dekade berdiri dan melahirkan manusia-manusia potensial di tempat geraknya masing-masing.

Terhitung sudah lebih dari 300 alumni yang bersebaran di berbagai kota. Misalkan di Bandung, tidak sedikit alumni SMUSIM yang berhasil mengharumkan belantika pergerakan mahasiswa. Contoh lainnya adalah beberapa aktivis sosial di Cirebon dan Jakarta, aktivis mahasiswa di Yogya, aktivis pendidikan di Cikarang dan Ambon, Aktivis politik dan hukum di Tasikmalaya dan Ciamis, aktivis ‘ulama di Garut serta beberapa yang dikader sebagai tokoh nasional di Jakarta.

Kaitannya dengan puluhan santri baru yang masuk ke SMUSIM dengan jumlah hampir kesemuanya berasal dari latar yang berbeda, baik Jasmusim maupun pihak Pesantren sudah merumuskan sistem padu untuk sinergitas pengelolaan yang saling menguatkan demi terintegrasinya  iman, ilmu dan amal dalam pribadi santri menuju manusia unggul dalam Imtaq dan Iptek.

Jasmusim berkomitmen mendayagunakan potensi alumni untuk membangun tradisi intelektual dan mental aktivis dalam diri para santri SMUSIM.

“Budaya baca, tulis, diskusi dan aksi yang akan kami hembuskan kepada setiap angkatan”, ujar Rijal Jirananda, salah satu divisi pendidikan Jasmusim.

Sementara dari lembaga pesantren akan menguatkan basis keilmuwan khusunya turots (kitab) dan penempaan akhlaq santri Persis.

Ustadz Taimullah Assabiq selaku Mudirul ‘am di suatu perkumpulan alumni pernah menyampaikan secara serius untuk menerapkan formula penguatan basis Turots dan penempaan akhlaq.

Demi tercapainya maksud pengkaderan ke arah visi besar tersebut, perwakilan Jasmusim bertemu dengan Murobbi pesantren yang menyepakati keterlibatan alumni dalam program bedah tokoh, bedah buku dan bedah masalah. Semuanya itu dimaksudkan untuk diterapkan terhadap santri.

“Insyaallah, setiap resume dari program-program tersebut akan diterbitkan melalui  media yang telah menyatakan kesiapan kerjasama”, jelas Andri.

Dalam realisasi di masyarakat, kehadiran alumni orbitan SMUSIM ini telah memberi perubahan dalam atmosfir keberislaman ummat ke arah yang lebih benar, yakni selaras dengan Qur’an dan assunnah.

Seperti dijelaskan wakasek kesantrian SMUSIM, Dede Reviana Ibrahim, bahwa Pesantrennya tersebut sangat berambisi untuk menyiapkan kader mujahid terbaik untuk Islam, ummat, bangsa dan jam’iyyah secara khusus.

“SMA Plus Muallimin sangat konsen menciptakan kader”, ujarnya.

photo_2017-07-23_10-31-32Dijelaskannya juga bahwa bukti dari pengkaderan itu diantaranya bisa dilihat dari aktivis Persis di daerah dan beberapa aktivisme di luar jam’iyyah yang suplai SDA-nya banyak dilahirkan dari didikan pesantren SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah.

Adapun diantara kunci mencapai visi itu, menurut Neng Neni, sekretaris Jasmjusim adalah sinergitas pihak lembaga dan alumni untuk sama-sama membudayakan tradisi intelektual di kalangan santri. (/Z3)