Bantu Rumah Tahfidz dan Yatim berdikari, Allah justru berkahi Bisnis Konveksi ini

Bantu Rumah Tahfidz dan Yatim berdikari, Allah justru berkahi Bisnis Konveksi ini

SHARE

Samboja – persis.or.id,  Ketika kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Hal tersebut dialami oleh ketua PC Semboja – Kalimantan Timur. Dimana beliau merintis bisnis demi menopang kaderisasi dai dan ulama lewat Rumah Tahfidz dan Yatim serta menyekolahkan anak-anak mudanya ke Bandung.

“Satu tahun ini ana merintis bisnis untuk menghidupi yatim dan dhu’afa yang ana urus di rumah yatim dan tahfidz, kurang lebih 2 tahun lembaga ini berjalan di Samboja”, ujar Ust. Ade kepada persis.or.id, kamis (08/06/2017).

Saat itu terakhir merupakan masa terakhir beliau bekerja di sebuah perusahaan. Beberapa bulan setelah berhenti kerja, mengalami cukup banyak kesulitan.

IMG-20170608-WA0021
Ust. Ade merintis konveksi untuk kemajuan kaderisasi generasi muda

“Hampir saja anak-anak itu di pulangkan ke keluarganya, namun Alhamdulillah tak sempat terjadi, Allah memberi jalan keluar. Ana diingatkan akan kemampuan yang lama tersimpan, yaitu menjahit. Hingga kini, anak-anak bisa bertahan, cukup untuk biaya makan, sekolah dll”, kenang Ust. Ade

Beliau tahadus bini’mah karena saat ini Rumah Tahfidz dan Yatim yang dikelolanya sudah tak bergantung terhadap donatur. “Mohon doanya, supaya bisnis ana makin berkembang dan maju, kini sudah produksi kaos dll dan rencana ke depan buka toko sendiri di balik papan”, ungkapnya.

Kini Rumah tahfidz dan Yatim Al-Hidayah yang beralamat di desa beringin Agung RT. 03 Kec. Samboja Kab. Kutai kartanegara – Kalimantan Timur ini sudah memiliki bangunan permanen milik sendiri, tak mesti ngontrak lagi.

Saat ini rumah tersebut menampung 10 kader dakwah yang terdiri dari 8 orang pelajar SMP dan 2 orang pelajar Madrasah Aliyah (MA). Anak-anak yatim binaan berjumlah 13 orang.

IMG-20170608-WA0020

Selain itu, Ust Ade dan PC Samboja juga melakukan kaderisasi dengan cara menyekolahkan para kader mudanya ke Bandung. Sebarannya 9 orang kuliah di Unmul, 3 orang kuliah di Unisba dan 4 orang kuliah di Imarat Bandung. (HL/TG)