Caca Ruhimat Pimpin Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya Masa Jihad 2017-2020

0
137

Tasikmalaya – persis.or.id, Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Daerah ke-8 (Musyda) pada hari ahad (09/04/2017) di aula PD. Persis Tasikmalaya, Jalan Layang Rajapolah No. 1, Desa Manggungjaya, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Terselenggaranya  acara Musyda 8 Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya didasarkan atas tradisi formal tiga tahunan saja.

Seperti dipaparkan oleh Galih Permata Pratama, ketua Pelaksana Musyda 8, bahwa kegiatan tersebut berlandas di atas sebuah visi bersama, yaitu terciptanya wujud kepemimpinan tingkat daerah yang mampu bersinergi dengan seluruh pimpinan di bawahnya dan bisa membangun jam’iyyah yang berjiwa kekeluargaan dalam perjuangan untuk mengepakkan sayap lebih ke luar.

Hal itu bisa difahami mengingat progresifitas pimpinan daerah sebagai berwenang dalam garis kordinasi antara pimpinan di atasnya (PW) dengan pimpinan di bawahnya (PC).

“bahwasanya kedinamisan ritme pergerakan pimpinan daerah sangat tergantung pada kedinamisan pimpinan cabang”, jelas Galih.

photo_2017-04-13_15-41-53
Musyda dalam jam’iyyah Pemuda Persis, selain merupakan ajang suksesi pergantian kepemimpinan, juga mengamanahkan penilaian dari laporan pertanggung jawaban tasykil Pimpinan Daerah (PD) dihadapan para kader Pemuda Persis. Musyda juga bertujuan guna Menilai dan menetapkan proses demisionerisasi untuk pada pokok ahirnya memusyawarahkan dan menetapkan program kerja periode selanjutnya.

Usungan tema yang digagas adalah upaya Menggagas Kesatuan Umat di atas Nilai Luhur Persatuan Islam. Menurut Galih, pengambilan tema ini tidak lepas dari proses mengambil inti warisan pergerakan yang diturunkan dari periode Ustadz Abdul fatah Alhatim yakni penjaringan kekuatan ukhuwah ummat Islam kabupaten Tasikmalaya dengan dimotori oleh keluarga besar Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya.

Karena bagi mereka, status Tasikmalaya sebagai kota santri serta fakta sejarah Pasundan yang melegenda meniscayakan kesadaran seluruh ummat Islam kabupaten Tasikmalaya agar selalu berdiri di atas nilai-nilai perjuangan Islam yang kokoh dan bersatu.

Tidak mengherankan, Acara yang dimulai setengah 10 pagi tersebut dihadiri berbagai kalangan. Dari mulai elemen kepemudaan, keormasan, LSM, dan pemerintahan. Bahkan untuk kalangan internal pemuda Persis disajikan kajian politik dengan menghadirkan pembicara dari salahsatu anggota Komisi II DPR RI, bapak Khoerudin Amin, M. Ag, SH. Tak kurang dari 300 peserta dan undangan hadir di Musyda 8 itu.

Dibuka oleh ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Jawa barat, jalannya Musyda berlangsung Khidmat. Dinamika selama berlangsungnya sidang pun dipenuhi silang gagasan yang kritis-kontrukstif. Meski beberapa kali sempat memanas namun tetap stabil dan etis.

Dan setelah melalui proses cukup panjang, Musyawirin dengan diwakilkan pada ahlul halli wal aqdi menetapkan saudara Caca ruhimat sebagai ketua PD. Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya untuk masa jihad 2017-2020.

Terpilihnya Caca Ruhimat tidak lepas dari gerakan muda yang sejak awal menghendaki pemimpin baru dengan semangat kuda, bergerak gesit dan siap menerjang segala alang rintang.

“pemimpin yang baru sudah seharusnya berwawasan lintas horizontal dan tidak tabu membuka kran komunikasi dengan seluruh elemen masyrakat. Dan itu ada pada sosok Caca Ruhimat”,  ujar Abdul Fatah Al-hatim selaku ketua PD demisioner saat memberikan ucapan selamat pada ketua baru bertubuh jangkung tersebut.

Tanggapan serupa juga disampaikan Andri Nurkamal selaku ketua tim perumus draft sidang Musyda 8. Bagi Andri, kondisi kuantitas dan kualitas Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya tengah mengalami bonus demografi dengan ditandai lebih jamaknya kawula muda ketimbang kaum tuanya pemuda.

Keadaan demikian menjadi alasan yang tepat dari jawaban dengan ditetapkannya Caca Ruhimat sebagai ketua baru.

photo_2017-04-13_15-42-02
Caca ruhimat (35 tahun), memulai karir pergerakannya di jam’iyyah Persis sejak duduk di bangku Tsanawiyyah Persis 32 Panyusuhan, Ciawi, kabupaten Tasikmalaya. Setelah lulus beliau langsung terlibat aktif di pimpinan jama’ah pemuda Situbuleud sebelum pada ahirnya menjadi aktivis Pemuda Persis di pimpinan cabang Sukaresik lebih dari 3 periode kepemimpinan. Selama pergerakannya, Caca dikenal sosok yang komunikatif dalam berinteraksi baik dengan kader di atasnya maupun kader di bawahnya.

Gaya komunikasi yang terbuka, serta ditopang oleh wawasan keislaman dan wacana politik lokal yang ia dapat secara empirik, ibarat matahari harapan untuk mengomandoi memobilisasi gerakan Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya dalam mewujudkan cita-cita besarnya. (/Z3)