Dalam Berjamiyyah, Meluangkan Waktu atau Mencari Waktu Luang ?

0
3208

‘Amal Syakhshiyyah
Rasul Saw. bersabda: “Dua rakaat sebelum shalat fajar (Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (Al-Hadits)

‘Amal Ijtima’iyyah
Dalam suatu riwayat disebutkan, “Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukan golongan kami”. (Al-Hadis)

Rasul Saw bersabda: “Jika kamu bertiga, maka angkatlah salah seorangnya jadi pemimpin (amir)”. (Al-Hadits)

——————————————

Membangun kesadaran umat bahwa bergerak dalam aktivitas jam’iyyah merupakan bagian dari ibadah, sampai hari ini memang masih terasa sulit dan selalu menemui jalan terjal yang berliku. Padahal motto bahwa seluruh sendi-sendi kehidupan adalah ibadah, sudah sama-sama hafal.   حياتنا كلها عبادة

Penanaman nilai-nilai ini tentu perlu dibiasakan terlebih dahulu oleh orang-orang yg sudah tercatat dalam keanggotaan suatu jam’iyyah, terutama para tasykil yang mendapat amanah “tanggung jawab”.

Apa pun yang ia “tanggung” berupa rencana kerja atau dalam bahasa kita disebut rencana jihad yg disepakati dalam Musyker, harus ia “jawab” dalam bentuk aplikasinya/pelaksanaannya.

Bila ia tidak melaksanakannya (tidak men-“jawab”) maka yg tersisa adalah “tanggung”-nya. Akhirnya….jadi serba tanggung.

Salah satu faktor yg menyebabkan sulitnya pelaksanaan jihad, adalah kebiasaan “mencari waktu luang”.

Jika masih berpedoman pada nilai-nilai ini, siapa sih orangnya yg tidak sibuk. Kita semua sudah memiliki kesibukan, maka akan teramat sulit untuk “mencari waktu luang”.

Karena segalanya adalah kesibukan. Sibuk tidur, sibuk jalan-jalan, bahkan sampai juga pada “sibuk melamun”.

Lengkapi ‘Amal Syakhshiyyah kita dengan berkecimpung dalam ‘Amal Ijtima’iyyah, karena semuanya adalah ibadah yang akan diminta pertanggung jawabannya di dunia dan akhirat.

 

***

Sumber ide: Al-Ustadz Nana R. (SDMO PD. PERSIS Kab. Bandung)

LEAVE A REPLY

sixteen − six =