Fauzi Nurwahid : Mohonkan Doa untuk kembalinya Masjid Al-Husaini

Fauzi Nurwahid : Mohonkan Doa untuk kembalinya Masjid Al-Husaini

SHARE

Jakarta – persis.or.id, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persis DKI Jakarta, Drs. H. Fauzi Nurwahid, mengajak seluruh tasykilnya agar banyak berdo’a pada bulan suci Ramadhan ini agar masjid al-Husaini di Jalan Mardani Jakarta Pusat yang sedang dalam masalah sidang sengketa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali kepada jamiyyah Persatuan Islam DKI Jakarta, sedangkan keputusannnya sidang insyaa Allah nanti tanggal 4 Juli 2017.

Hal tersebut disampaikan dalam acara buka shaum bersama PW Persis DKI Jakarta dan dihadiri oleh seluruh tasykil PW Persis, Senin (14/06/2017).

Selain itu juga Fauzi mengapresiasi kinerja tim web PersisJakarta.com yang baru saja kurang lebih 3 bulan pembacanya sudah ribuan. “Mari seluruh tasykil agar mengisi konten atau menulis artikel tentang dakwah dan kepedulian kita terhadap dunia Islam”, ujarnya.

Wakil ketua II PW Persis DKI Jakarat, H. Soewardi Soelaiman mendengar perkembangan web PersisJakarta.com maju dengan pesat dan sesuai apa yang beliau janjikan pada Musykerwil PW Persis DKI Jakarta beberapa bulan lalu, akhirnya H.Soewardi memenuhi janjinya dengan mensupport.

photo_2017-06-15_07-11-13Guna kelancaran kerja tim web di lapangan, H. Soewardi meyumbangkan dana pribadinya; 1 buah kamera DSLR dan 1 buah laptop untuk tim web Persis. “Pergunakanlah ini sebaik-baiknya dan kalau terjadi kemunduran ini akan gue ambil”, ucapnya dengan nada khasnya.

Terkait dengan perbedaan kalender PP Persis dan kalender Pemerintah jatuhnya 1 Syawal 1438 H, ustadz Ahmad Syarief wakil sekretaris Dewan Hisab Rukyat PP Persis dalam mengisi materi sebelum buka shaum mengatakan  memang ada perbedaan jatuhnya 1 Syawal pada tahun ini.

Pemerintah memutuskan idul fitri jatuh pada tanggal 25 Juni sedangkan PP Persis jatuh pada 26 Juni. Insyaa Allah PP Persis akan mengikuti sidang dewan isbat di kemenag nantinya yang diwakilkan oleh DHR Persis, perbedaan ini dikarenakan Pemerintah masih memegang imkanu rukyat versi mabim sedangkan PP Persis menggunakan imkanu rukyat versis astronomi.

Harapan beliau jika nanti pada saat sidang dewan isbat  ada wujud citra visual yang bisa dipertanggung jawabkan maka PP Persis akan mengikuti Pemerintah yaitu 1 Syawal jatuh pada 25 Juni 2017 harapnya.  (HL/TG)