Hima Persis Inisiasi Gerakan Anti Hoax dan Pilkada Damai.

Dipublish pada 21 April 2018 Pukul 09:07 WIB

431 Hits

Bandung - persis.or.id, Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP HIMA Persis) menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Anti Hoax dan Seminar Pilkada Damai di Aula Qarnul Manazil, Ciganitri, Kab. Bandung,  pada Kamis 19 April 2019. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar semakin merebaknya berita bohong atau hoax di tanah air, dan umat islam yang menjadi mayoritas di Indonesia selalu menjadi korban yang dipaksan menkonsumsi hoax. 

Dalam sambutannya, sekjen PP Hima Persis menekankan pentingnya Hima Persis dan seluruh keluarga Besar Persis dan Otonom untuk memberikan pendidikan politik kepada umat agar tidak termakan hoax. Apalagi, menjelang pilkada serentak 2018 pada 27 juni mendatang, dan pilpres serta pilleg di 2019. Mencerdaskan umat dalam momentum politik, juga bagian dari ejawantah salahsatu trilogi Hima Persis, yakni “perubahan iklim politik”. 

Hima Persis membaca, bahwa kebebasan informasi tanpa batas, sehingga publik dengan bebas mengkonsumsi informasi atau berita dari mana pun dengan mudah, dan juga publik bisa secara bebas menyebarluaskannya, tanpa sensor dan tanpa harus mengetahui dari mana sumbernya. Menyebarnya budaya copy paste infromasi tanpa diteliti dan diselidiki terlebih dahulu sumber dan dampak dari informasi yang disebarluaskan. Sehingga muncul dan tersebar luas informasi-informasi bohong atau hoax dengan mudah, yang dapat berpotensi meresahkan, bahkan merusak harmoni dan kedamaian negeri.

Untuk itu, Hima Persis beserta seluruh keluarga besar Persis dan Otonom dengan kesadaran, keikhlasan, dan tekad menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia, serta menjaga masa depan generasi yang baik meyakini bahwa:

1. Kabar bohong atau hoax itu adalah perbuatan yang tidak baik

2. Kabar bohong atau hoax itu meresahkan masyarakat

3. Kabar bohong atau hoax memecah belah persatuan Bangsa dan Negara Indonesia

Maka dari itu, pada kegiatan ini, Keluarga Besar Persatuan Islam menyatakan melalui deklarasi, bahwa:

1. Menolak penyebaran kabar bohong atau hoax yang bisa menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan antara sesama.

2. Akan bersatu dalam melawan berbagai bentuk fitnah, kebohongan atau hoax.

3. Mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan media sosial secara positif, produktif, dan cerdas.

4. Serta mengajak masyarakat untuk cermat dalam mengkonsumsi informasi, dan tidak mudah terjebak informasi hoax.

Dr. Nurmawan mewakili PP. Persis dalam seminar Pilkada Damai ini menyampaikan bahwa kemajuan teknolgi mempunyai dua sisi mata uang. Satu bermanfaat bagi umat, kedua dengan adanya hoax membuat teknologi itu menjadi mudharat. Sementara M. Ryan Alviana, mewakili PP Hima Persis menyampaikan, bahwa dalam catatan sejarah umat Islam, hoax mempunyai daya rusak yang tinggi. Ia mencontohkan, hoax yang terjadi saat peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman, yang menyebabkan perpecahan di kalangan umat Islam dan terjadinya fitnah kubra. 

Pada kegiatan ini hadir pula narasumber dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, KPUD dan Bawaslu. Ketiga narasumber menyampaikan bahaya hoax bagi masyarakat, apalagi menjelang pilkada. Dalam persfektif hukum, memproduksi dna menyebarkan hoax akan mendapatkan ancaman hukuman penjara dan denda. Hoax yang dimaksudkan untuk menyerang salahsatu calon dan menguntungkan calon lainnya dalam gelaran pilkada, akan mengaburkan pilihan masyarakat. Sehingga masyarakat memilih dengan tidak rasional, dan cenderung emosional. Ini akan mendorong lahirnya atau terpilihnya pemimpin yang bukan “pemimpin terbaik”.

Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan deklarasi anti hoax keluarga besar Persis dan Otonom serta membubuhi tanda tangan dan stempel tangan pada spanduk sebagai simbolis menolak Hoax dan mendukung pilkada damai. (HR)

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?