Inspiratif, Naufal Yazid Kader Pemuda Persis Wakili Pulau Jawa di Kancah Nasional ISEF 2017

1
1372

Bandung – persis.or.id, Pemuda Persis dituntut senantiasa menebar manfaat sebanyak-banyaknya untuk umat. Hal tersebut sudah direalisasikan Naufal Yazid, kader Pemuda Persis Pameungpeuk Bandung, yang menebar kebermanfaatannya lewat bisnis pahanan yang diberi nama Yazid Archery.

Naufal Yazid di usianya yang sangat muda, berhasil menjuarai Entrepreneur Syariah tingkat Jawa Barat 2017 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI). Tak hanya berhenti disitu, Yazid sudah masuk ke pentas Nasional dengan terpilih sebagai Juara 1 pemilihan Entrepeneur Syariah regional Pulau Jawa.

Bisnis Panahannya diawali dari kelas 12 Aliyah, berawal dari ketidaksengajaan membuat eksperimen alat panah sendiri. Yazid mengaku berminat untuk menjalani olahraga sunnah memanah.

“Pada saat itu pertama kali diajak memanah di PC Pemuda Persis Baleendah dan mulai semakin tertarik menjalani sunnah memanah, lalu saya ingin mempunyai alat panahan sendiri. Namun karena harga alat panahan pada saat itu yang masih tergolong mahal bagi pelajar seperti saya, maka saya memutuskan untuk ingin belajar bagaimana cara membuatnya sendiri”, tutur Yazid, sabtu (11/11/2017).

Yazid mulai mempelajari artikel-artikel dan video yang ada di internet, meski berbahasa Inggris tapi tak menyurutkan semangatnya mencoba mempraktekan semua ilmu tersebut di rumahnya. Yazid mulai melakukan eksperimen dan berhasil membuat 1 produk meskipun beberapa kali sempat gagal.

“Eksperimen itu saya posting di medsos dan responnya positif, terutama dari astatidz dan beberapa teman saya, akhirnya banyak yang minta dibuatkan dan saya mulai memproduksi massal walaupun masih sekolah pada saat itu, saya memanfaatkan waktu pulang sekolah dan istirahat untuk produksi”, kenang pemuda Persis Pameungpeuk kelahiran 1999 itu.

Salah satu katalisator keberhasilan Yazid dimulai dengan mentor bisnis. Mentornya merupakan para pengusaha sukses di Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), salah satunya Andri AB, owner konveksi South Legend. Konsultasi bisnis juga dilakukan Yazid kepada salah satu gurunya di PPI 70 MA Al-Huda Pameungpeuk, Defi Fahrurozi, yang senantiasa mensupport dirinya.

Hasil riset pasar yang prosfek, akhirnya Yazid mulai memutuskan untuk menseriuskan bisnisnya. “Setelah beberapa bulan, saya memutuskan untuk membuat bisnis ini serius. Saya membuat brand dan mulai mengajak beberapa orang untuk membantu diproduksi saya karena memang semakin banyaknya permintaan”, terang Yazid.

Yazin yang kini melanjutkan kuliah di UIN Bandung program sarjana Ekonomi Syariah, mulai merekrut SDM dari teman teman dekatnta sewaktu di Aliyah.

Perjalanan bisnis panahan itu, membuat Yazid semangat dalam mengikuti lomba Entrepreneur Muda Syariah Bank Indonesia (BI). Dari 35 peserta lomba yang lolos administrasi dan diseleksi, pihak memilih 10 besar, salah satunya Yazid.

Setelah itu dipilih lagi 3 besar untuk grand final tingkat jawa barat, akhirnya Yazid terpilih menjadi juara 1. Kemudian Yazid ditandingkan kembali dengan juara kedua pada saat itu di berikan pelatihan lagi selama 3 hari oleh Bank Indonesia dan pada akhirnya Yazid terpilih kembali dan menjadi perwakilan Jawa Barat di tingkat regional Pulau Jawa.

“Di tinggkat regional Jawa, saya ditandingkan dengan 5 provinsi lain di pulau Jawa yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (saya), DIY  Yogyakarta, dan jawa tengah, dan alhamdulillah kembali dipercaya menjadi juara 1 di tingkat se-pulau Jawa dan hari ini mewakili pulau Jawa di ajang Nasional, ISEF Indonesia Shari’a Economic Forum yang diadakan di Surabaya”, papar Yazid, sabtu (11/11/2017).

Yazid mengaku mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga. Diantaranya banyak sekali ilmu baru dan pelatihan-pelatihan dari beberapa pengusaha besar serta akademisi ekonomi.

“Saya jadi lebih mengenal bagaimana sistem bisnis sesuai syariah Islam, dan banyak kenal dengan beberapa orang-orang hebat baik itu pejabat publik maupun akademisi”, ujarnya.

Salah satu motivasi besar yang membuat Yazid seperti ini sekarang adalah orangtuanya. “Yang menjadi motivasi saya dalam menjalani ini semua adalah orangtua, terutama almarhum bapak saya”, tambahnya.

Walaupun jalan dakwah Yazid berbeda, Ayahynya di dunia pendidikan sedangkan dirinya di dunia bisnis.

“Saya ingin membuktikan kepada diri saya sendiri, bahwa saya bisa, ingin bermanfaat bagi orang banyak. Memajukan perekonomian umat khususnya ingin anak muda lah yang berperan”

“Perjuangan dakwah mensyiarkan olahraga panahan yang merupakan olahraga sunnah Rasulullah SAW, inginnya setiap lapisan masyarakat utamanya umat Islam mengenal dan melakukannya”, pungkas Yazid. (/TG)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

five × four =