Jabat Tangan : Penghapus Atau Jadi Dosa

Jabat Tangan : Penghapus Atau Jadi Dosa

SHARE

Masih dalam masa berhari raya atau dimanapun kita berjumpa, biasanya kita akan mendoakan, bermaafan dan bersalaman..

A. Hapus Dosa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling berjumpa kemudian berjabat tangan..
Melainkan akan diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah..”
[Shahih; HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Silsilah ash-Shahihah: 525 al-Albani]

B. Jadi Dosa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَأنْ يُطعَنَ في رأسِ أحدِكم بمِخيَطٍ من حديدٍ خيرٌ لهُ مِنْ أن يَمَسَّ امرأةً لا تَحِلُّ له
ُ
“Sungguh.. Ditusuknya kepala seseorang kalian dengan jarum dari besi..
Lebih baik baginya daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal (bukan mahram) baginya..”
[HR. Ath-Thabrani Mu’jamul Al-Kabir, Shahihul Jami’: 4921 al-Albani]

Waspadai, jangan sampai bersalaman yang harusnya penggugur dosa jadi ajang peimbun dosa.
Bukan semata tentang niat namun perhatikan juga siapa tangan yang akan kita dijabat.

Bila ada yang bukan muhrim mengulurkan tangan hendak berjabatan tangan, cukup kedua tangan terkatup dan letakkan di depan dada.

Hal ini telah dipahami dan dimaklumi pada masyarakat. Tanpa kita harus berlabur dosa dan tidak menyinggung perasaannya.

Drs. H. Beben Mubarok MA.