Jutaan Massa Hanya Tuntut Ahok Ditangkap, Polri Diharapkan Jangan Ditunggangi Kepentingan

Dipublish pada 01 Desember 2016 Pukul 14:31 WIB

84 Hits

Jakarta - persis.or.id, Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM Persis) dalam konferensi pers yang digelar pada hari rabu (30/11) di Blue Sky Hotel, menyatakan bahwa jutaan massa yang bergerak dari seluruh Indonesia tak sekedar shalat dan berkumpul, mereka akan menagih keadilan berupa penahanan untuk tersangka penista agama.

Indonesis adalah negara religius yang mengakui kebradaan beragama. Negara yang dengan tegas menjadikan keutuhan yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam pancasila, falsafah negara Indonesia. Selain itu, Indonesia juga negara sangat menjunjung tinggi hukum (reach state) dimana keadilan menjadi dasar utama kemanusian sebagaimana tercantum dalam sila kedua dalam Pancasila.

"Atas dasar itu, maka setiap tindakan, ucapan dan sikap yang menista agama dan perlakuan hukum yang tidak adil merupakan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan filsafah negara kita, bertentangan dengan pancasila dan rasa keadilan kemanusian", papar Nizar, mewakili FGKM Persis

 

Selanjutnya Nizar memaparkan bahwa dari aspek keyakinan agama, dalam hal ini Islam, segala bentuk penistaan terhadap Allah, Rasul dan Al Quran adalah dosa besar yang harus diihukum dengan sangat berat. Begitu juga dalam penegakan hukum, islam juga sangat menekankan tentang pentingnya keadilan, jangan sampai tajam kebawah tumpul keatas.

"Ahok sebagai tersangaka penistaan agama karena menghina Al Quran dan para ulama, namun hingga saat ini belum ditahan masih tetap bebas leluasa, padahal secara yurispridensi semua pelaku penistabagama di Indonesia ketika ditetapka  sebagai tersangka langsung ditahan. Kami melihat ketidak adilan dan perlakuan istimewa terhadap saudara Ahok", tambah Eka Permana, Ketua Umum PP Pemuda Persis.

Kapolri diharapkan agar bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Sebab kenyataan di lapangan masih ditemukan banyaknya blokade jalan, pelarangan PO Bus yang hendak menyewakan busnya kepada rakyat yang akan pergi ke Jakarta, serta hal-hal lain yang menyebabkan rakyat dipersulit untuk aksi Bela Islam dan menyuarakan tuntutannya. (HL/TG)

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?