Kabah Hima Persis Yogyakarta, Siap Bangun Peradaban Hima Persis di Yogyakarta

0
93

Jogjakarta – persis.or.id, Rabbi laa tadzarni fardan (Ya Allah, jangan biarkan kami sepi sendiri), Ungkap M. Ryan Alviana, Sekjen Hima Persis saat menyampaikan amanah di penutupan KABAH dan MUSWILUB PW. HIMA PERSIS Yogyakarta, sebagai nasihat untuk saling membersamai dalam berjuang dan saling membesarkan.

Bertempat di pesantren Kali Opak, Bantul, Yogyakarta, sebanyak 15 mahasiswa telah menyelesaikan Kaderisasi Anggota Baru Hima Persis (KABAH) kemarin (17-18/02/2017).

Pada saat yang sama secara tertib berlangsung juga MUSWILUB PW. Hima Persis Yogyakarta.
Hadir dalam dua kesempatan bersejarah tersebut sederet nama dari pengurus Pusat Hima Persis. Bagi bidang kaderisasi dan organisasi PP Hima Persis, pelaksanaan KABAH dan perintisan PW baru merupakan program prioritas di periode sekarang.

Dalam kesempatan itu juga ketua PW. Persis Yogyakarta hadir bersama beberapa Tasykil.
Secara serius, ketua PW. Persis Yogyakarta, ustadz Indra Fajar Nurdin memandang bahwa kehadiran kembali Hima Persis Yogyakarta dalam panggung pergerakan Kemahasiswaan menjadi kekuatan inti dalam program strategis dakwah Persis di Yogyakarta untuk target 10 tahun ke depan.

Pelaksanaan MUSWILUB mengamanahi saudara Rijal Fathurrahman sebagai ketua terpilih untuk 2 tahun ke depan. “Kita KABAH bersama-sama, kita berjuang-juang bersama, (saya berharap) semoga kita bisa membangun peradaban Hima Persis di Yogyakarta bersama-sama.” Ujar Rijal dalam khutbah iftitahnya.

Dalam menggapai peradaban tersebut ada kekuatan besar yang harus bersekutu. Selain kekuatan basis Hima Persis Yogyakarta yang harus terbangun solidaritasnya secara matang, terdapat kekuatan penopang yang tidak kalah pokoknya, yaitu power moril dan materil PW. Persis Yogyakarta serta binaan yang intens dari PP. Hima Persis.

“Kedepankan Kolaborasi, minimalisir kompetisi apalagi konfrontasi” Demikian sekjen menutup amanah PP. Hima Persis untuk kader baru Hima Persis DI Yogyakarta. “LKMPI yang melekat dalam sejarah Persis di Yogyakarta misalnya, dengan kembalinya Hima Persis, sangat tepat untuk sama-sama membangun Persis secara sinergis.” tambahnya. (/RA)