Maafkan Ibu, Nak

Dipublish pada 22 Mei 2017 Pukul 03:52 WIB

119 Hits

Nak, maafkan Ibu..
Disaat teman-teman mu mengenakan kebaya yang berwarna-warni sehingga membuatnya lucu, sedangkan kau mengenakan kebaya dengan warna gelap, bukan berarti kau tidak lucu dan bukan berarti ibu tak mampu membelinya.

Nak, maafkan Ibu..
Disaat teman-teman mu disanggul bersama kepangnya sehingga membuat gemas, sedangkan kau mengenakan kerudung sehingga rambutmu tak bisa disanggul, bukan berarti ibu tak bisa menyanggul rambutmu dan bukan berarti kau tidak membuat gemas.

Nak, Suatu saat kau akan mengetahui mengapa Ibu lakukan ini kepadamu.

Bahwa, warna yang mencolok itu tidak baik, karena memiliki sifat 'Tabarruj' dan itu tidak boleh dalam Islam, maka dari itu ibu memakaikan warna gelap kepadamu. Hal itu dijelaskan oleh Allah dalam Firman-Nya:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً -٣٣-
Artinya:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab ayat 33)

Nak, Suatu saat kau akan mengetahui mengapa Ibu lakukan ini kepadamu.

Bahwa, rambut Indah mu merupakan Mahkotamu. Sebagaimana layaknya sebuah Mahkota ia harus dijaga dan dirawat agar tidak ada yang merapasnya. Mahkotamu merupakan Rambumu nak, dengan mengenakan Kerudung kau akan mampu menjaga dan terjaga kemuliaanmu, keperempuananmu, dan menjaga kesucian dirimu. Ibu tidak menginginkan lebih, hanya ingin kau terjaga. Hal ini, dijelaskan oleh Allah, dalam Firman-Nya:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

Artinya:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur: 31)

Ibu tidak ingin kau memiliki sifat jelek seperti itu Nak. Ibu bisa saja membelikanmu kebaya yang lebih Indah dan lebih Bagus dari kepunyaannya. Ibu bisa saja menyanggul rambutmu supaya lebih indah dari rambut teman-temanmu. Tapi ibu hanya ingin kau paham atas apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepada Rasul-Nya. Maka itu, Ibu menanamkan Akhlaq ini kepadamu sejak kau masih kecil, sejak kau belum tahu dan belum mengerti agar kelak ketika kau dewasa kau bisa memahaminya.

 

***
Penulis: Daisy Salsabila

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?