Manasik dan Taaruf KBIH Johar kepada 66 Calon Jamaah Haji

Manasik dan Taaruf KBIH Johar kepada 66 Calon Jamaah Haji

SHARE

Jakarta – persis.or.id, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Johar PW Persis DKI jakarta, menyelenggarakan kegiatan manasik haji dan sekaligus taaruf dengan 66 calon jamaah, pada Ahad (12/03/2017) di Aula Kantor PW Persis DKI Jakarta.

Dihadiri oleh tasykil PW dan juga Kasi Haji dan Umroh kantor kemenag Jakarta Pusat H. Ahmad Jahid M Pd.

Ketua bidgar bimhajum PW Persis Jakarta, ust Kahfi Amin, berterima kasih atas kepercayaan mereka memilih KBIH Johar Persatuan Islam dalam menjalankan ibadah haji.

“Insyaa Allah bapa ibu akan mendapatkan manasik haji, hal yang terkait dalam upaya melaksanakan ibahadah haji, kita ingin menjadi ibadah yg mabrur”, ujarnya.

Ust. Kahfi menjelaskan, KBIH Johar sudah berusia 39 tahun. “Bisa disebut kami sudah punya pengalaman yang cukup untuk melaksanakan ibadah haji sesuai petunjuk Rasulullah”, ungkapnya.

Persatuan islam khususnya KBIH Johar mengemban amanah untuk melaksanakan ibadah secar kaffah menurut petunjuk Quran dan Sunnah.

“Saya selaku bimhajum akan memberikan materi materi manasik, dalam rangka menjalankan ibadah haji dan kewajiban kami juga yang akan menetapkan pembimbing untuk para jamaah nantinya”, pungkas Ust. Kahfi.

photo_2017-03-13_13-39-43Dalam sambutannya Ketua PW Persis DKI Jakarta, Drs KH Fauzi Nurwahid, menyampaikan bahwasanya manasik ini adalah manasik awal yang insyaa Allah akan ada ada manasik susulan yang berjumlah 10 kali pertemuan manasik, lagi.

“Insyaa Allah manasik akan juga dilkasanakan di masjid Cibitung, materi yang akan diberikan tidak hanya manasik haji ada juga bimbingan yang akan disampaikan nantinya yaitu hal hal yang nanti berkaitan dengan bapak ibu selama 40 hari berada disana”, papar Ust. Fauzi

Beliaupun berharap semua calon jamaah haji bisa beribadah haji yang mabrur. “Semoga segala ibadah selama disana diterima Allah SWT”, ucapnya.

Fauzi pun menegaskan bahwa ada ketentuan-ketentuan yang mesti diataati ketika menjadi tamu Allah. “Ibadah bukan kata kiyai, bukan kata pak haji dan bukan kata ustadz tapi ibadah itu kata Quran dan Sunnah”, pungkasnya.