Mencermati 2 ketetapan yang dikeluarkan PP Persis

Mencermati 2 ketetapan yang dikeluarkan PP Persis

SHARE

Mencermati detik detik terakhir menjelang tanggal 1 syawal 1438 H yang masih saja berbeda dalam mensikapinya, marilah kita cermati dua ketetapan yang dikeluarkan oleh PP. PERSIS.

Pertama, berdasarkan surat edaran PP. Persis No. 0620/JJ-C.3/PP/2017 tanggal 23 sya’ban 1438 H/20 Mei 2017 berdasarkan hasil hisab, PP. PERSIS maka tanggal 1 syawal 1438 H ditetapkan pada hari senin tanggal 26 Juni 2017.

Namun, ketetapan hasil hisab itu dijelaskan pada klausul berikutnya pada surat edaran tersebut bahwa apabila saat maghrib, hari sabtu tanggal 24  Juni 2017 ada laporan rukyat hilal valid yang dinyatakan di lebih dari dua lokasi dan kesaksian tersebut telah disumpah dan diterima dalam sidang isbat Kementerian Agama RI serta tidak ada alasan untuk menolak dan mengingkarinya, maka Persis akan menerima kesaksian rukyat hilal tersebut serta menetapkan 1 syawal jatuh pada hari ahad tanggal 25 juni 2017.

Kedua ketetapan tersebut menunjukkan persis menetapkan keputusan tanggal 1 syawal merujuk pada hasil hisab dan ketetapan akhir menunggu hasil rukyat. Ini sesuai dengan nama Dewan Hisab dan Rukyat yang merupakan lembaga pemutus di bidang hisab dan rukyat jamiyyah Persatuan Islam. Bukan berarti keputusan PP. PERSIS menyesuaikan atau menunggu keputusan pemerintah.

Kedua, pada tanggal 22 Juni 2017 Sekretaris Umum PP. PERSIS KH. Haris Muslim, Lc. MA dengan tetap merujuk pada Surat Edaran PP PERSIS sebelumnya tentang Hari Raya Idul Fitri 1438 H,  lalu mengacu pada hasil rapat lengkap yang melibatkan Majlis Penasihat, Tasykil PP Persis, Dewan Hisbah, Dewan Hisab dan Rukyat, dan bagian otonom dinyatakan apabila pada tanggal 24 Juni 2017 saat ghurub ada laporan kesaksian hilal valid yg terjadi lebih dari dua tempat,  disumpah dan diterima dalam sidang Isbat serta tidak ada alasan untuk menolaknya, maka Idul Fitri 1438 H akan jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017.

Rapat tersebut bukanlah mengambil keputusan yang baru. Tetapi hanya menegaskan surat edaran yang dikeluarkan sebelumnya dan mengantisipasi kemungkinan 1 syawal jatuh pada hari ahad tanggal 25 Juni 2017.

Karena itulah sangat wajar apabila PP. PERSIS  menghimbau Pimpinan Jamiyah mulai dari Pimpinan Wilayah sampai Pimpinan Jamaah serta Pesantren (Penyelenggara Shalat I’d) agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait pelaksanaan I’d lebih awal seperti Zakat Fitrah sebagai antisipasi I’d jatuh pada hari Ahad.

Dengan demikian, bagi jamaah Persis tidak lagi memperdebatkan jatuhnya 1 syawal. Karena PP. PERSIS sudah memberi panduan untuk menunggu hasil sidang isbat. Tidak perlu ada perbedaan lagi dalam pelaksanaannya karena arah dan petunjuknya sudah jelas.

Mari kita satukan pemikiran, rasa, usaha, dan suara Islam dalam jamiyyah Persatuan Islam.

 

 

***

Prof. Dr. H Dadan Wildan Annas, M.Hum
Sektretaris Majelis Penasehat PP Persis