Menyingkap Tabir Terorisme - Bom Bunuh Diri di Surabaya

Menyingkap Tabir Terorisme - Bom Bunuh Diri di Surabaya

Dipublish pada 15 Mei 2018 Pukul 01:29 WIB

1156 Hits

Jakarta - persis.or.id, Rentetan kejadian bom bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya kemarin, mengundang banyak spekulasi. Mengapa ada orang yang mengatasnamakan Islam dalam menjalankan aksi teror? 

Wakil Sekretaris Umum PP Persis, KH. Aay M Furqan, mengawali penjelasannya tentang prinsip dalam Islam yang sangat keras melarang merusak rumah ibadah.

"Apalagi sampai membunuh orang yang sedang beribadah dan selanjutnya membawa anak-anak kecil dalam bunuh diri ini kemudian perempuan, padahal anak kecil dan perempuan sangat dijaga hak-nya dalam Islam", ungkap Aay, saat live di Jak TV, senin (14/05/2018).

Aay juga menekankan sebagai anak bangsa, kita perlu menyikapi peristiwa teror tersebut bukan terkait pada agama manapun.

"ini menjadi PR, kebiadaban teror menjadi musuh kita bersama", tambahnya.

Menurut Aay, Aksi teror bom bunuh diri tersebut merupakan ideologi segilintir orang yang salah, Aay mengatakab bahwa jumlah mereka itu hanya sedikit.

"Tugas kita semua mencerahkan segilintir orang-orang ini, dengan cara buka ruang publik untuk kita berdialog",

"Ini adalah parasit yang ada di negeri ini, jadi ini adalah tugas kita bersama membersihkan parasit yang sangat kecil ini", Aay mengungkapkan.

Persoalan berikutnya, tutur Aay, adalah ketika deadlog antara eksekutif dan legislatif seharusnya tidak berhenti, tapi terus saja dibicarakan sampai mendapat titik temu, karena yang satu jangan sampai melanggar HAM dan yang satu lagi beranggapan harus dengan tindakan dengan cepat.

"Persoaklannya adalah karena berhenti didebatkan dianggap persoalan teroris ini sudah aman, ketiak beranggapan sudah tidak ada apa apa santai saja"

"Kalau ada kejadian lagi baru ribut lagi, ini adalah langkah yang kurang tepat, dikarenakan Undang-undang anti teror ini sangat diperlukan oleh bangsa ini", ujar Aay.

Terakhir, Aay menekankan bahwa mau ada teror ataupun tidak ada teror, Undang-undang Terorisme harus ada. (*)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?