Mudik Berkah dan Tetap Dalam Lindungan Allah Swt, Baca Beberapa Do'a Ini.

Mudik Berkah dan Tetap Dalam Lindungan Allah Swt, Baca Beberapa Do'a Ini.

Dipublish pada 14 Juni 2018 Pukul 04:12 WIB

838 Hits

Terdapat beberapa do'a yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.  ketika keluar rumah atau melakukan perjalanan.

Inilah tips agar perjalanan kita selalu dalam perlindungan Allah:

1. Mohon ijin pada tetangga atau saudara sekitar rumah kita, agar mereka mendo'akan perjalanan kita, dengan do'a seperti ini:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ



Zawwadakalluttaqwa wa ghafaro dzanbaka wa yassaro lakal khairo haitsuma kunta.

Artinya: "Semoga Allah membekalimu ketaqwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan kepadamu dimanapun kamu berada".

2. Berdo'alah tatkala keluar rumah, dengan do'a ini :

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ َﻻ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪ

“Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi”.

Artinya : "Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah tidak ada daya dan kekuatan selain Allah semata". 

(HR. Abu Daud & Tirmidzi)

3. Bila sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan do'a ini:

الله اكبر الله اكبر الله اكبر.

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Artinya : “Maha Besar Allah 3x. Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. 

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

"Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh.

Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. 

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga”.

4. Bila sudah kembali dari safar atau bepergian, berdo'alah seperti ini :

ﺁﻳﺒﻮﻥ ﺗﺎﺋﺒﻮﻥ ﻋﺎﺑﺪﻭﻥ ﻟﺮﺑﻨﺎ ﺣﺎﻣﺪﻭﻥ 

Aayibuuna, taaibuuna, 'abiduuna lirabbinaa haamiduuna.

Artinya: "Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali , orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang beribadah kepada Allah kami semua memuji".

(H.R Muslim)

Mari, biasakan diri membaca do'a sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apapun, termasuk melakukan perjalanan dan mudik ke kampung halaman, agar keberkahan selalu tercurah.

Dan jaminan Allah bagi orang yang melakukan perjalanan (musafir) sudah jelas tercantum dalam sabda Rasulullah SAW. :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Artinya : "Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, 

(2) do’a seorang musafir, 

(3) do’a orang tua pada anaknya.” 

(HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri mengatakan, bahwa safar adalah bagian dari ‘adzab (siksaan). 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ

“Safar adalah bagian dari ‘adzab (siksaan)”. 

(HR. Bukhari no. 1804 dan Muslim no. 1927)

Do'a yang saya cantumkan hanyalah sebagian dari ribuan atau bahkan jutaan do'a untuk senantiasa kita lantunkan dengan penuh kekhusyuan, sebagai bentuk dzikir kepada-Nya.

Mari berdo'a dan saling mendo'akan. Selamat menikmati perjalanan! Semoga selamat sampai tujuan. Fii amaanillah!

Oleh : Imas Karyamah, S.Ag., M.Pd.


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?