Mushibah Da'wah Santri Pesantren Persatuan Islam 95 Abu Hurairah Sapeken.

Dipublish pada 09 Maret 2018 Pukul 08:56 WIB

304 Hits

Sapeken - persis.or.id, Duka mendalam keluarga besar jamiyyah Persatuan Islam dirasakan saat didapati kabar mushibah dari Sapeken.

Hari Kamis (8/3/2018) pukul 15.00 kafilah da'wah santri kelas IV Pesantren Persis 95 Abu Hurairah Sapeken meninggalkan Pesantren menuju Tanjung Kiaok.

Dua orang ustadz dan seorang ustadzah seperti biasa menyertai mereka sebagai musyrif.

Perjalanan kapal menuju pulau ini biasa ditempuh sekitar 2 jam. Ketika menaiki kapal, cuaca tampak bersahabat walau pagi harinya sempat mendung.

Para santri itu bersikeras untuk berangkat sore itu. Mereka mesti mengisi pengajian di ujung pulau Sepanjang itu.

Rasanya tak biasa mereka mengecewakan jamaah yang nenunggu kajian-kajian mereka.

Baru 30 menit kapal melaju, gemuruh ombak dan angin datang menerjang. Salah seorang jatuh terpelanting ke laut yang diikuti oleh santri-santri lainnya.
Dua ustadz bersama juru mudi kapal sekuat tenaga menyelamatkan para santri. Namun ombak yang ganas membuat mereka tak berdaya. Hingga tulisan ini dibuat tercatat seorang santriwati gagal diselamatkan dan wafat.

Empat lainnya hilang terbawa arus dan masih dalam pencaharian. Santri-santri lainnya bersama 3 ustadz yang berhasil selamat, dilarikan ke Puskesmas.

Sebagian tetap di rawat di puskesmas Sapeken dan sebagian lagi yang masih kritis, malam ini juga harus diberangkatkan ke rumah sakit di Singaraja - Denpasar Bali.

Semoga jumlah korban tidak bertambah mengingat korban-korban kritis harus melewati perjalanan melelahkan menuju Bali.

Saat mushibah terjadi, kelas VI kakak kelas mereka sedang mengikuti program RTCI (Rihlah Tarbawiyah Cerdas Intensif) di Jawa Timur sebagai bagian dari tazwid (pembekalan) untuk tugas da'wah pedalaman tahun depan.

Mudir Am Pesantren (Ustadz Ad-Dailamy Abu Hurairah) juga sedang tidak di tempat (umrah). Dalam kondisi seperti itu, tak terbayangkan suasana duka yang menggayuti pesantren dlu'afa itu saat ini.

Musibah yang tak terelakkan ini adalah musibah da'wah.

Santri-santri itu adalah calon du 'at yang bermaksud mengasah indra da'wah mereka. Setiap sekali sepekan santri-santri itu dengan semangat tinggi melakukan program safari da'wah sejak tahun 1981 yang berlanjut tugas pengabdian di pelbagai pulau dan daerah terpencil.

Hari ini Allah swt menguji mereka. Absyiruu bil jannatil lati kuntum tu'adun: sampaikan kabar bahagia, pintu gerbang syuga menanti kalian.

Sampai mati tetap rindukan kalian.

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?