Musyawarah Kerja Nasional PP Persistri Tahun ke Tiga

Dipublish pada 03 Januari 2018 Pukul 14:09 WIB

264 Hits

Tahun 2017-2018 merupakan tahun ketiga masa jihad PP Persistiri periode 2015-2020. Tahun yang paling menentukan bagi periodiasasi 5 tahunan. Seyogyanya merupakan tahun implementasi secara aktif terhadap pedoman arahan kerja yang telah dibuat pada tahun sebelumnya. Tahun untuk melaksanakan segala cita-cita, strategi atau aturan yang telah dibentuk,  agar masa jihad yang diterima bisa terisi dengan produktif.

Penyusunan aturan dasar dan rencana kegiatan turunan hasil Muktamar III Persistri, baru merupakan langkah awal dari massa jihad Persistri 2015-2020.  Tugas PP Persistri belum selesai hanya dengan telah selesainya nadwah jamiyyah hingga ke jenjang ranting untuk mensosialisasikan nidhom jamiyyah.  Belum, sekali lagi belum. PP Persistri justru baru mulai bergerak untuk meraih  targetan amanat muktamar.

PP Persistri sebagai organisasi masyarakat memiliki tujuan yang ingin dicapai. Dalam proses pencapaian tujuan tersebut ada strategi yang dilakukan. Masa jihad kepemimpinan ibu Lia Yuliani, MAg menjadikan Ketahanan Keluarga sebagai fokus untuk mencapai tujuan Persistri. Program-program unggulan diarahkan untuk bisa meraih ketahanan keluarga. Tema ini diambil karena PP Persistri melihat bahwa rentannya kejahatan di masyarakat yang semakin memprihatinkan adalah karena semakin lemahnya ikatan dalam keluarga. Perilaku yang muncul saat kini semakin berusaha menjauhkan masyarakat dari jati diri bangsa yang berakhlaq dan beradab.

Dakwah Islam menjadi begitu sulit diterima bahkan menjadi asing  karena masifnya gerakan dan pemikiran anti agama dan anti susila berbungkus kebebasan dan HAM. Maraknya perilaku LGBT, pengingkaran moral, anti Islam, atau anti berbicara ayat-ayat Qur’an,  perlu diselamatkan dengan memperkokoh ketahanan keluarga. Cikal bakal bangsa yang beradab adalah keluarga yang kuat. PP Persistri berharap dengan memperhatikan ketahanan keluarga, dapat mewujudkan penyokong bangsa yang lebih beradab. Membentuk tananan sosial budaya yang luhur, menjadi negeri yang mendapat ridla serta barakah Allah Swt karena anggota keluarga menjadikan nilai-nilai Islam sebagai rujukan berperilaku .

Strategi ketahan keluarga tersebut perlu dijabarkan dalam program setiap bidang yang ada di Persistri, yakni Jamiyyah, Tarbiyah, Maliyah, Dakwah, Kesekretariatan dan Keuangan. Pada tahun ketiga ini direncanakan  program unggulan untuk merealisasikan program implementasi ketahan keluarga. Beberapa materi ketahanan keluarga masuk dalam pembinaan di Bidang Jamiyyah, Bidang Tarbiyah membidik program unggulan layanan pola perawatan untuk orang tua.

Para daiyah didorong untuk meningkatkan ketaqwaan dalam menjaga keharmonisan keluarga. Bidang Maliyah membina desa percontohan penggunaan lahan pekarangan berbasis lingkungan. Bidang kesekretariatan mempublikasikan informasi yang mengedukasi ketahanan keluarga melalui tulisan dan postingan di media informasi Persistri. Sedangkan Bidang Keuangan melakukan penganggaran agar program kerja tersebut dapat berjalan lancar.

Perencanaan program kerja ini insya Allah akan dilakukan pada bulan Januari 2018. Perencanaan program kerja adalah sebuah tindakan perencanaan pelaksanaan program yang dilakukan secara sistematis, dengan capaian tujuan tertentu pada satu periodesasi kepemimpinan. Perencanaan program kerja perlu dilakukan karena memiliki manfaat antara lain:

1. Bekerja secara sistematis. 2. Memprediksi dan mengantisiapasi hambatan yang mungkin muncul di depan, 3. Menjalin semangat kebersamaan anggota karena seluruh anggota akan terlibat secara aktif. 4. Menumbuhkan tanggung jawab bersama akan capaian organisasi/jam’iyyah. 5. Membawa angin positif terhadap lingkungan sekitar di  luar organisasi/jami’iyyah yang melihat adanya kesatuan kerja di jam’iyyah. Banyak dalil yang menyerukan kita agar melakukan musyawarah dalam menentukan satu perkara (antara lain QS Al Imraan : 159 dan as Syura:38)) dan bertindak secara tertib terencana, menjadi landasan jamiyyah kita melakukan musyawarah kerja tahunan. Keutamaannya dapat dilihat dari artinya, at Tasyaawur yakni mengeluarkan (mencari) pendapat terbaik, arti yang lain bermakna “mengeluarkan madu” dalam suasana sukarela dan saling menghargai.

Perhelaan Musyawarah Kerja Nasional III PP Persistri semoga mengeluarkan madu yang manis dan bermanfaat bagi dakwah Islam. PP Persistri merencanakan, Allah pun sudah berencana dan sesungguhnya Allah Swt sebaik-baiknya pembuat rencana.

Dr. Taty setiaty                                                                                                Sekretaris Umum PP Persistri.

Wallahu ‘alam bisyowwab.

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?