Pasang Surut Hidup Berjamiyyah

Pasang Surut Hidup Berjamiyyah

SHARE

Sebuah keniscayaan bahwa dalam berjamiyyah setiap orang yang berada di dalamnya akan mengalami pasang surut ghirah jamiyyah. Dalam berjamiyyah Persatuan Islam, kita hidup berjama’ah yang tak jarang berbenturan dengan hasrat atau keinginan diri kita sendiri.

Bukan semata melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan hati nurani kita, tetapi terlebih niat untuk beramal yang kita laksanakan sesuai dengan aturan Al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya.

Jika dengan niat sesuai keinginan, tentu benturannya sangat banyak sekali,  karena setiap persoalan seringkali tidak sesuai dengan keinginan. Ibnu Mas’ud mengatakan: “Sesungguhnya ketidak senangan yang tidak didapati kamu dalam al Jama’ah itu lebih baik daripada engkau senang dalam firqoh”

Maka dari itu tanamkanlah dalam hidup berjama’ah assam’u wa thoat terhadap jam’iyyah dengan rasa yang sesuai dengan syari’at. Ketidaksenangan dalam Jam’iyyah itu lebih baik daripada senang di luar Jam’iyyah. Sangat bisa direnungkan 2 hadits berikut untuk senantiasa istiqamah meski mengalami pasang surut hidup berjamiyyah;

 

عن الْحَارِث الْأَشْعَرِيَّ عن النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنِ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ قَالَ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِ (الترمذى وأحمد )

Dari al-Harits al-Asy’ari dari Nabi SAW bersabda:”Dan saya perintahkan kepadamu lima hal dimana Allah memerintahkan hal tersebut: Mendengar, taat, jihad, hijrah dan jamaah. Sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan jamaah sejengkal, maka telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya kecuali jika kembali. Dan barangsiapa yang menyeru dengan seruan Jahiliyah maka termasuk buih Jahannam. Seseorang berkata:” Wahai Rasulullah, walaupun mengerjakan shalat dan puasa. Rasul SAW menjawab:”walaupun shalat dan puasa. Maka serulah dengan seruan Allah yang telah menamakanmu muslimin, mukminin hamba Allah”.

(HR Ahmad dan at-Turmudzi)

عن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللَّه عَنْهممَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً *(متفق عليه

Dari Ibnu Abbas ra dari Nabi SAW bersabda:” Barangsiapa melihat sesuatu yang ia tidak sukai pada pemimpinnya, maka bersabarlah karena barangsiapa yang meninggalkan jamaah sejengkal kemudian mati, kecuali mati dalam keadaan jahiliyah” (Muttafaqun ‘alaihi)

 

 

***

 

Oleh: Maryati, Ketua PD Pemudi Persis Kabupaten Bandung