PD Persis Garut Dirikan Posko Tanggap Bencana

0
168

GARUT – persis.or.id, Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kabupaten Garut pada rabu (21/9) 2016 mendirikan posko tanggap bencana banjir bandang di Kantor Bersama PD Persis Garut jalan Guntur Melati No 13 Haurpanggung Tarogong Kidul. Dalam mendirikan posko tanggap darurat bencana ini Pimpinan Daerah Persis Kab Garut bekerjasama dengan otonom baik Persistri, Pemuda, Pemudi, Hima, Himi juga Mahasiswa STAIPI Garut.

Di hari pertama pendirian posko tanggap darurat bencana ini banyak lembaga juga perusahaan besar yang bergabung dengan posko tangggap darurat bencana PD Persis seperti pesantren Al Binaa Bekasi, ESQ, Astra Internasional, dan lainnya. Di pihak PZU sendiri baik PZU Pusat, Perwakilan se Jawa Barat hingga PP Persis, Persistri juga PP Pemuda, Pemudi sudah mendonasikan bantuannya ke posko PD Persis.

H Ena Sumpena selaku ketua PD Persis yang langsung menjadi Komandan Lapangan menyatakan, sebagai ormas islam yang ada di kabupaten Garut langsung bergerak cepat dengan mendirikan posko tanggap darurat pada hari pertama terjadinya banjir bandang yang menerjang tujuh kecamatan. Pendirian posko tanggap darurat ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan atas masyarakat kabupaten Garut yang terkena dampak banjir. Lokasi banjir terparah diantaranya menerjang Kp Sindangreret, Kp Cimacan yang lokasinya berdekatan dengan kantor PD Persis Kab Garut. Sehingga pendirian posko tanggap bencana ini adalah suatu bentuk solidaritas kemanusiaan selain dari lokasi posko yang strategis.

Sistem kerja di posko sendiri adalah kebersamaan dengan memiliki tanggungjawab masing masing. Seperti diantaranya PD Persistri lebih fokus pada  penyediaan logistik konsumsi dengan menyediakan dapur umum yang dibantu oleh PD Pemudi. Untuk PD Pemuda beserta PD Hima fokus kerjanya pada pendataan jumlah korban yang tertimpa banjir dan pendistribusian bantuan kepada para korban sesuai dengan data kebutuhan yang didapat tim maping lapangan. Sementara untuk PC Persis dengan sistem bergilir setiap cabang lebih fokus pada pembersihan sisa sisa reruntuhan bangunan. Dengan sistem kerjasama seperti ini diharapkan segala kebutuhan korban bencana bisa dioptimalkan dengan baik, dari segi konsumsi, bantuan fisik juga kebutuhan mendesak lainnya.

* Reporter Heri Kusmawan