Pendidikan Andragogi dalam Formulasi Pengkaderan Generasi Ulul Ilmi PP Himi Persis

Pendidikan Andragogi dalam Formulasi Pengkaderan Generasi Ulul Ilmi PP Himi Persis

Dipublish pada 25 November 2018 Pukul 22:59 WIB

245 Hits

Bandung – persis.or.id, Dalam kesempatan acara Majelis Instruktur PP Himi Persis yang bertajuk Formulasi Pengkaderan Generasi Ulul Ilmi, DR. Taty Setiaty sekretaris umum PP Persistri, mengajak para instruktur agar memahami siapa audiensnya dan penerapan pendidikan andragogi.

“Kader instruktur Himi Persis perlu mencermati siapa peserta pelatihan”, ujar Ketua Prodi PGRA STAIPI Bandung itu, Sabtu (24/11/2018) di Aula PP Persis.

Taty menjelaskan, andragogi mengajak peserta mengekspresikan gagasan dan pengalamannya dalam proses pembelajaran, sehingga narasumber atau dosen di kelas harus mampu menahan diri untuk tidak menjdikan kelas sebagai show up podium dirinya semata.

Namun  tidak seperti pendapat pada umumnya, Taty mengungkapkan bahwa andragogi tidak hanya diberikan kepada orang dewasa, dan pedagogi juga tidak melulu kepada anak-anak.

“Jika instruktur melihat peserta masih perlu dibimbing,  maka penyampaian materi masih perlu menerapkan peda,  atau mengutip kata Ki Hadjar; melakukan ing ngarso sung tulodo”, terangnya.

Namun ketika peserta banyak memiliki ide dan mempunyai banyak pengalaman yang ingin dibagi di kelas, Taty menjelaskan bahwa instruktur perlu peka untuk menerapkan pendikan andra.

“Jika kita baca pesertanya demikian, maka fasilitator perlu banyak melakukan ing madya mangun karso bahkan tut wuri handayani”, tambahnya.

Ia melanjutkan, andragogi tidak melulu cocok diterapkan untuk pendidikan orang dewasa. Anak usia dini pun perlu banyak didorong untuk mengungkap gagasan, pengalaman dan perasaannya, sebab menurut Taty, anak-anak juga merupakan individu yang tidak berbentuk botol kosong.

Dalam pedagogi manakala pesertanya belum tahu, saya (narsum) agak lebih tahu, maka mari saya ajarkan (beritahu).

“Andragogi dilakukan jika peserta sudah tahu, saya juga  sudah tahu, maka mari kita diskusikan. Namun jika peserta lebih tahu dari saya,  maka saya akan mendengarkan (Heutagogi)”, pungkasnya. (/TG).


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?