Penyebab & Dampak Perbuatan Maksiat

0
136

Komarudin Shaleh

  1. Prediksi Rasulullah saw
  • عن أنس بن مالك قال: لايأتى عليكم زمان إلاّ هو شرّ من الزمان الذى كان قبله سمعنا ذلك من نبيّكم ص. مرّتين. رواه أحمد

“Dari Anas bin Malik ia berkata : Tidak akan datang kepadamu jaman, kecuali jaman itu lebih jahat dari jaman sebelumnya, kami mendengar itu dari Nabi saw sampai dua kali” HR. Ahmad.

2)عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ فَقَالَ تُبَايِعُونِي عَلَى أَنْ لَا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا تَزْنُوا وَلَا تَسْرِقُوا وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ أَصَابَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَعُوقِبَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ……..مسلم

“Dari Abdullah bin Shomit ia berkata, kami bersama Rasulullah saw dalam sebuah majlis Beliau bersabda: Berbai’atlah kamu kepadaku agar 1) tidak syirik kepada Allah dengan sesuatu apapun, 2) tidak berzina,3)tidak mencuri, dan 4) tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar. Barangsiapa yang menepatinya maka baginya pahala di sisi Allah, dan barangsiapa yang melanggar dari perkara itu maka dia dihukum(sebagai akibat) dan itulah tebusannya (kaffarah)…..HR. Muslim.

  1. Apa Penyebabnya

1) إنّى أخاف على امّتى أعمالا ثلاثة : زلّة عالم , وحكم جائـر, وهوى متّبع. رواه الشهاب

“ Aku riskan terkena pada umatku tiga perbuatan, yaitu : penyimpangan ulama, hukum yang dlalim, dan hawa nafsu yang diikuti”. HR. as-Shihab.

2)…. سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يتخوّف على أمّـته ستّ حصال إِمْرَة السُّفَهَاءِ وَكَثْرَة الشَّرْطِ وَبَيْع الْحُكْمِ وَاسْتِخْفَاف بِالدَّمِ وَقَطِيعَة الرَّحِمِ وَنَشْؤ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ يُقَدِّمُون ُالرّجل ليس بأفقههم ولا بأفضلهم يُغَنِّيهِمْ غناء .احمد

“… aku mendengar Rasulullah saw (bersabda) Ia riskan enam perkara menimpa umatnya, yaitu : 1) pemimpin yang sufaha (bodoh), 2) keamanan yang berlebihan, 3) jual beli hukum, 4) mudahnya pembunuhan, 5) putusnya silaturahmi, 6) mereka menjadikan al-Qur’an sebagai seruling (nyanyian), mereka mendahulukan orang yang tidak faqih dan orang yang tidak punya keutamaan, justru (mereka mengutamakan) penyanyi”.H.R. Ahmad.

3)عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا َولَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ. إبن ماجه

“Dari Abdillah bin ‘Umar ia berkata : Wahai para muhajirin ada lima hal apabila mereka diuji , aku berlindung kepada Allah swt agar tidak mengenai mereka, (yaitu): 1) Bila perbuatan mesum dalam suatu kaum sudah dilakukan dengan terang-terangan maka akan timbul wabah penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang terdahulu, 2) jika mereka mengurangi takaran dan timbangan maka Allah akan menimpakan paceklik 3) kaum menolak mengeluarkan zakat harta mereka, maka Allah akan menghentikan turunnya hujan dari langit, kalau bukan karena binatang ternak tentu hujan tidak akan diturunkan sama sekali, 4) jika penguasa-penguasa tidak melaksanakan hukum Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan menguasakan musuh-musuh mereka untuk memerintah dan merampas harta mereka, 5) dan jika mereka menyia-nyiakan Kitabullah dan memilih-milih apa yang Allah turunkan, maka Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka” HR. Ibnu majah.

Uraian di atas menggambarkan ada beberapa penyebab kemaksiatan:

  • Penyimpangan ulama, bukan waratstul anbiya
  • hukum yang dlalim (dijual belikan)
  • hawa nafsu yang diikuti
  • pemimpin yang sufaha (bodoh),
  • keamanan negara yang berlebihan
  • mudahnya pembunuhan,
  • putusnya silaturahmi,
  • mereka menjadikan al-Qur’an sebagai seruling
  • perbuatan mesum dalam suatu kaum dilakukan dengan terang-terangan
  • mengurangi takaran dan timbangan
  • menolak mengeluarkan zakat harta mereka
  • penguasa tidak melaksanakan hukum Allah dan Rasul-Nya
  • menyia-nyiakan Kitabullah
  1. Realitas kehidupan sekarang
    • Kemusyrikan yang semakin mewabah (Klenik dimana-mana)
    • Pencurian dan perampokkan yang tidak kunjung berhenti mengancam ketentraman dan ketertiban social
    • Perzinahan yang merbahana muncul atm kondom)
    • Pembunuhan yang tak kunjung mengenal batas usia dan waktu.
    • Penyakit tho’un (tidak ada obatnya) muncul dimana-mana
    • Kelaparan dan busung lapar terjadi dimana-mana (kota dan desa)
    • Hujan turun tidak lagi menjadi rahmat malah menjadi bencana
    • Musuh-musuh Islam sudah menguasi kita, dalam berbagai sector kehidupan
    • Permusuhan dan persaingan dalam hidup sudah semakin terasa berat.

Prof. Harun Yahya menggambarkan bumi ini sudah mendekati qiyamat, seperti digambarkannya dalam “Signs Of The Last Day” telah menjadi kenyataan dan bahkan menggambarkan bahwa proses rusaknya dunia diawali dengan berbagai perilaku manusia, antara lain:

  • Perang dan kekacauan terjadi dimana-mana, perselisihan, pertikaian dalam sekala daerah yang sempit, daerah-daerah kecil, sampai antar Negara dan jutaan manusia mati.
  • Kota-kota besar hancur karena senjata senjata yang berteknologi tinggi
  • Bencana alam, gempa bumi terjadi dimana-mana yang skala righternya semakin besar
  • Kemiskinan semakin meluas, sementara, sementara biaya hidup semakin tinggi, kelaparan terjadi dimana-mana, berdasar data PBB 826 juta manusia kekurangan pangan
  • Ketidak adilan semakin kentara, nurani semakin jauh dari kemanusiaan
  • Degredasi moral mewabah dimana-mana, perzinahan, pelacuran, pornografi tanpa batas, para homosek sudah berani menyatakan perang dengan agama
  • Agama hanya namanya saja, al-Qur’an hanya namanya , agama hanya digunakan untuk meraih kepentingan sendiri
  • Hancurnya tatanan masyarakat, perceraian dimana-mana, anak haram banyak yang lahir, intepretasi terhadap kata-kata terjadi jauh, seperti istilah cinta tergambar kotor, korupsi sesuatu yang biasa, etika bisnis musnah tiada, minuman keras , orang dusta dipercaya, orang jujur dikhianati.
  • Waktu terasa singkat dan cepat, setahun terasa sebulan, sebulan terasa seminggu, seminggu terasa sehari, dan sehari terasa sejam, sejam terasa kilauan api. Komunikasi makin cepat, teknologi makin maju

Apa yang diungkapkan dalam Signs Of The Last Day tersebut di atas, khususnya di Indonesia telah benar benar terjadi mulai dari sunami di Aceh, gempa di Jogyakarta, badai pangandaran, gunung merapi meletus- bah Marijan gak mampu lagi menahannya-, asap hutan kebakaran Kalimantan telah menjadi bencana nasional, yang terakhir Lumpur lapindo menghancurkan beberapa kecamatan dijawa, komplik horizontal di Posa Maluku terus berlanjut, ribuan muslim terusir. Belum lagi para eksekutif dan legislative kurang berpihak pada rakyat, lebih mementingkan diri sendiri, sehinnga pada tahun 2000 korupsi mencapai 9,38 % dari seluruh anggaran Negara, dan pada tahun 2003 korupsi mencapai 9,92 %, sehingga menempati urutan korupsi terbesar kedua di dunia setelah Banglades.

Secara global bahwa umat Islam ini betul-betul sedang menghadapi berbagai krisis, di Palestina saudara-saudara kita terus menerus dihantam kebiadaban Zionis Israel, Irak Negara yang penuh dengan nilai-nilai peradaban Islam dihimpit krisis politik dan ekonomi, akibat embargo ekonomi PBB dan agresi Amerika Serikat, sehingga dalam sepuluh tahun terakhir kurang lebih 1 juta rakyat Irak mati kelaparan. Afganistan dicabik-cabik oleh kebijakan politik Amerika Serikat, sehingga mesjid-mesjid dan madrasah banyak yang hancur dibom dan dibakar. Untuk itu kita tak boleh lupa untuk senantiasa mendo’akan mereka, semoga mereka tetap sabar, apa yang diperjuangkannya tidaklah sia-sia dan mendapat pertolongan Allah Swt, Amin ya Rabbal’alamin.

  1. Bagaimana Kita harus mensikapinya
  • صحيح العقيدة او التّوحـيد Mari kita jaga aqidah dan tauhid kita, penuhi hati dan jiwa kita dengan Iman yang tangguh sebagaimana kita sedang puasa, walaupun ada makanan dan minuman, tak ada orang yang melihat, kita gak berani memakan dan meminumnya karena yakin allah Tahu,
  • صليح العـبادة او الاعمال الصـالحة Mari kita abadikan amalan-amalan shalehdi bulan romadlan, disiplin dalam ibadah, abadikan tarawih – dengan – tahajud, abadikan shaum ramadlan dengan – shaum sunat, abadikan shadaqoh, tahsinul qur’an, do’a dan istigfar, disiplin dan rendah diri, kepekaan social, dan amal social.
  • تزكية النفس او الأخلاق Mari kita bersihkan jiwa kita, jauhkan perilaku-perilaku terlarang, jauhi perjudian, perzinahan, pencurian, perampokkan, pembunuhan, kemusrikan, kemunafikan, hasad, caci maki, kedengkian dan jangan kikir, pengecut.

Wallahu a’lam bish-showaf