Penyerangan di Masjid Selandia Baru, Yusuf Burhanudin: Itu Teroris, Harus di Hukum Mati

Penyerangan di Masjid Selandia Baru, Yusuf Burhanudin: Itu Teroris, Harus di Hukum Mati

Dipublish pada 15 Maret 2019 Pukul 11:47 WIB

1199 Hits

Bandung - persis.or.id, Ketua Bidang Garapan Hubungan Luar Negeri PP Persis Yusuf Burhanuddin mengutuk serangan penembakan dari terduga teroris yang menewaskan 40 orang di dua masjid di pusat Kota Christchurch Jumat (15/3/2019).

"Ini benar-benar tindakan biadab yang sudah diluar prikemanusiaan, kita mengutuk mereka yang melakukan tindakan kebiadaban ini, mereka ini teroris bukan ekstrimis," ucapnya kepada persis.or.id.

Yusuf menegaskan media Islam harus tegas dalam memberitakan tindakan teroris yang menyerang umat Islam di Selandia Baru ini. Pasalnya, ia menjelaskan penyeranga tersebut merupakan bentuk tindakan anti Islam yang berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dihukum tegas.

"Saya meminta bahwa pelaku harus dihukum seberat-beratnya, saya meyakini bahwa ini tidak satu jaringan. Karena saya menilai Selandia Baru yang selama ini tentram dan damai tidak pernah terjadi apa-apa kemudian tiba tiba baru kali ini terjadi teror penembakan biadab di masjid yang di live streamingkan, hanya orang sadis, keji dan biadab yang melakukan ini" tambahnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan penembakan di dua masjid di pusat Kota Christchurch yang menewaskan 40 orang  sebagai insiden terorisme.

"Kami meyakini bahwa 40 orang tewas dalam insiden kekerasan ekstremisme ini. Jelas bahwa insiden ini hanya bisa digambarkan sebagai serangan terorisme," kata Ardern dalam jumpa pers di Wellington," dilansir CNN.com Jumat (15/3/2019)

Ardern mengatakan Selandia Baru telah memberlakukan status keamanan tertinggi guna merespons insiden ini. 

"Sejauh ini, kepolisian Selandia Baru telah menangkap empat tersangka, salah satunya merupakan warga Australia. Ardern menuturkan keempat tersangka itu tak masuk dalam daftar hitam aparat keamanan," pungkasnya (HL/RFY)

Photo: Associated Press


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?