Peran Persis Makin Dirasa Masyarakat, Catatan untuk Pemerintah RI

Peran Persis Makin Dirasa Masyarakat, Catatan untuk Pemerintah RI

SHARE

Bandung Рpersis.or.id, Peran dan kontribusi jamiyyah Persatuan Islam semakin terasa oleh masyarakat dalam menjaga nilai-nilai akhlak bangsa  dengan dakwah dan pendidikan, hal tersebut disampaikan oleh Dr. Jeje Zaenudin, Wakil Ketua Umum PP Persis di sela acara Pra-Muskernas, sabtu (07/01/2017).

“Peran Persis salah satunya di jalur pendidikan dengan mengadakan layanan pendidikan dan pesantren, sangat membantu pemerintah dalam menjaga nilai-nilai akhlak bangsa, termasuk meringankan pengeluaran negara”, ujar Dr. Jeje.

Lebih lanjut beliau menyebutkan bahwa signifikasinya Persis ikut menjaga akhlak dan moral bangsa bahkan bisa sampai menggulirkan roda ekonomi terhadap masyarakat yang berada di lingkup sekolah dan pesantren Persis.

Waketum PP Persis itu pun menjelaskan bahwa sebetulnya pemerintah RI sudah berhutang budi pada Pesantren-Pesantren. “Mari perhatikan, pesantren itu tanahnya wakaf warga, bahkan rotibahnya pun dikelola secara swadaya. Berbanding terbalik dengan sekolah negri, yang bahkan pemerintah menanggung seluruh pembiayaannya”, terang Dr. Jeje

Pesantren sebagai kekhasan pendidikan agama Islam sudah benar-benar membantu meringankan beban pemerintah, bahkan sejak negara Indonesia ini belum merdeka.

“Mestinya pemerintah mampu mengalokasikan dana pendidikan yang lebih untuk pesantren. Pemerintah mesti mampu juga dalam membuat kebijakan yang berpihak terhadap pendidikan pesantren”, ungkapnya.

Saat ini Persis berupaya menggulirkan program pendidikan yang bersifat politis dan mempengaruhi regulasi yang sudah seharusnya pro terhadap kemajuan moral bangsa Indonesia.

Hal itu pun sejalan dengan rumusan tema Muskernas PP Persis pekan depan; mempertegas peran Jamiyyah Persis untuk keutuhan NKRI. “Sebelumnya sudah ada konsolidasi jamiyyah untuk mempertahankan eksistensi Persis, tinggal langkah selanjutnya yaitu mempertegas konsolidasi yang sudah ada dan bagaimana pengembangannya untuk berbangsa dan bernegara”, jelas Dr. Jeje (HL/TG)