Pernyataan Sikap Tegas HIMI PERSIS atas Tragedi Kemanusiaan Muslim Rohingya

0
35

Bandung – persis.or.id, Sebagaimana dilansir arakan.org, warga Muslim Rohingya mengungkapkan pemerkosaan dan pelecehan seksual dilakukan puluhan tentara Myanmar terhadap perempuan Rohingya dalam operasi militer terbaru di Rakhine Oktober lalu. Selain itu menurut data Human Right Watch (HRW), lebih dari 1.200 rumah telah diratakan di desa-desa yang dihuni kaum muslim Rohingya dalam enam minggu terakhir.

Fakta sudah menjelaskan bahwa pemerintah Myanmar dengan sengaja membiarkan terjadinya kebiadaban ini. Kekerasan, kebrutalan, pelecehan dan pemerkosaan yang menelan banyak korban baik perempuan maupun anak-anak tentu saja kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Ini adalah pelanggaran berat kemanusiaan.

Tidak menutup kemungkinan kebiadaban-kebiadaban semacam itu akan terus terjadi. Harus berapa perempuan muslim rohingya lagi yang menjadi korban perkosaan dan pelecehan? Harus berapa anak lagi yang terlantar? Harus berapa rumah lagi yang terbakar? Kita tidak bisa lagi diam dan menutup mata membiarkan tragedi kemanusiaan ini berlanjut.

Berangkat dari kesadaran semacam itu, maka Pimpinan Pusat Himi Persis menyatakan sikap tegas sebagai berikut:

  1. Mengecam dan mengutuk pemerintah Myanmar karena dengan sengaja membiarkan terjadinya tragedi kemanusiaan yang semakin banyak memakan korban tidak bersalah, terutama orang tua, perempuan dan anak-anak.
  2. Mengutuk keras pembantaian, pembakaran, dan pemerkosaan yang dilakukan Junta Militer Myanmar khususnya terhadap perempuan-perempuan etnis Rohingya di Negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar
  3. Mendesak pemerintah Indonesia sebagai bangsa yang menunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab segera turun tangan melakukan upaya advokasi dan perlindungan bagi perempuan-perempuan muslim rohingya agar tidak ada lagi korban perkosaan dan pelecehan seksual.
  4. Mendesak dunia internasional khususnya Dewan Keamanan PBB untuk menyeret pemerintahan Myanmar ke Pengadilan Kriminal Internasional.
  5. Mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dan mengusir kedutaan besar Myanmar dari Indonesia.
  6. Mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk bersikap tegas dan melakukan langkah-langkah strategis untuk segera menghentikan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya
  7. Mengintruksikan kepada seluruh kader Himi Persis untuk merespon secara aktif, mengkaji permasalahan ini secara mendalam, juga melakukan aksi kepedulian maupun penggalangan dana untuk Muslim Rohingya

 

PIMPINAN PUSAT HIMI PERSIS

Ketua Umum, Lida Maulida, S.Kom.I

Sekretaris Umum, Fuzi Purwati, S. Ud