Prof Dadan Wildan Tantang Pengusaha Persis untuk Mendirikan Rumah Sakit

Prof Dadan Wildan Tantang Pengusaha Persis untuk Mendirikan Rumah Sakit

SHARE
Prof Dadan Wildan Anas, M.Hum
Prof Dadan Wildan Anas, M.Hum

Sekretaris Majelis Penasehat PP Persis yang juga Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara Prof Dadan Wildan Anas, M.Hum, hadir dalam acara FGD yang digelar Himpunan Pengusaha Persis (HIPPI).

Beliau menuturkan ada agenda bisnis yang harus dikerjasamakan dengan para pengusaha Persis, yaitu pendirian rumah sakit. Pendirian rumah sakit ini harus dikelola secara professional oleh pengusaha karena di dalamnya mengundung tiga unsur yaitu bisnis, sosial dan dakwah.

Prof Dadan Wildan sudah siap ikut membantu terutama terkait dengan masalah perizinan rumah sakit. Sedangkan untuk lahan dan bangunan bisa menggaet pengusaha Persis seperti H. Adeng Zaenal dan H. Wawan Budiman serta beberapa pengusaha senior Persis lainnya.

Bahkan menurut Prof Dadan Wildan dari pendirian rumah sakit ini bisa menjadi sentra bagi bisnis bisnis lainnya. “Pendirian rumah sakit ini cita cita sejak lama. Karena rumah sakit ini bisa berkolaborasi dengan bisnis lainnya, seperti pemberdayaan kantin, seragam dan peluang usaha lainnya yang lahannya bisa berdiri di area rumah sakit” tutur Prof Dadan Wildan.

Selain menantang Hippi mendirikan rumah sakit, Prof Dadan Wildan juga menyarankan  kepada Hippi untuk segera mengoptimalkan wakaf dan asset bisnis Persis yang tersebar di berbagai daerah. Aset asset ini harus dikelola secara focus dan professional oleh para pengusaha.

Prof Dadan Wildan tidak menghendaki pengelolaan asset yang bersifat bisnis ini dikelola oleh yang tidak ahli. Kendalanya dari dulu menurut beliau tidak ada orang yang menggarap dengan serius dan proffesional.

“Saya tidak berkenan kepengurusan Badan usaha milik jamiyyah Persis ini dikelola oleh PP Persis, tapi kita harus serahkan kepada para pengusaha Persis. Biarkan mereka mengelola nanti hasilnya bisa dirasakan oleh PP Persis” pungkasnya.