PW Persistri Jawa Barat adakan Kajian Islam Intensive

PW Persistri Jawa Barat adakan Kajian Islam Intensive

SHARE

Bandung – persis.or.id, Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Istri (PW Persistri) Jawa Barat melalui Bidang Dakwah mengadakan kajian Islam intensive yang bertemakan Strategi Melawan Syetan di masjid Pusdai Jl. Diponegoro 63 Bandung pada hari Rabu (09/08/17) dengan pemateri Dr. Roni Nugraha, M.Ag, Dosen STAI PERSIS Bandung.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Ketua PW Persistri Jawa Barat,  Hj. Ella Kamilawatie, S.Pd I, sekaligus memberikan sambutan, turut hadir pula Wakil Ketua Bidang Dakwah, Hj. Enung Nurjannah A. Qohar, Kabidagar Pengembangan Dakwah, Imas Karyamah. M.Pd., para tasykil PW, PD, PC se-Jawa Barat serta simpatisan.

Dalam kajiannya Dr. Roni lebih menekankan bagaimana kita bisa menahan hawa nafsu lebih membentengi diri dengan Istighfar karena syetan akan menyerang kita dari manapun agar kita  menurutuhi perintahnya dan bersegeralah memohonkan ampunan kepada Allah jika kita melakukan dosa sekecil apapun dengan tidak mengulanginya lagi.

Dr. Roni juga menyampaikan, bahwa gerak utama iblis adalah yuzayin dan yuwaswis. Karenanya, iblis tidaklah superior, yuzayin dan yuwaswis ini diimplementasikan melalui beberapa gerakan.

Pertama, Menyerang dari arah depan dengan meragukan manusia akan hari kebangkitan kubur, menganggap neraka hal yang sepele sehingga mennyepelekan dosa. Di samping itu, gerak dari depan ini meragukan manusia akan kemampuan hati yang karenanya akan mendewakan rasio.

Kedua, Menyerang dari belakang dengan yuzayin terhadap dunia, sehingga dunia akan tampak indah dan karenanya pula lupa akan akherat.

Ketiga, menyerang dari kanan, yaitu yuzayin agar manusia membutuhkan segala hal yang pada hakekatnya tidak dibutuhkan karena ia termasuk kebutuhan semu dan juga bisa melalui semangat menambah-nambah ibadah (bid’ah).

Keempat, menyerang dari kiri berelasi dengan gerak yuzayin terhadap kemaksiatan. Hal ini berelasi dengan pakaian perempuan.

Saat manusia mengumandangkan doa sebagai ekspresi akan kerendahan dirinya di hadapan Allah, bujuk rayu iblis tidak akan mampu menembusnya.

Juga demikian saat manusia sujud sebagai ekspresi ketaatan yang bersumber pada kemauan mendengar tidak akan tergoda karenanya, iblis tidak bisa menggoda dari arah atas dan bawah. (*)

 

photo_2017-08-10_09-03-35