Sejarah Persatuan Islam

0
1662

Persatuan Islam (disingkat Persis) adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok Islam yang berminat dalam pendidikan dan aktivitas keagamaan yang dipimpin oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Persis didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan memberikan pandangan berbeda dari pemahaman Islam tradisional yang dianggap sudah tidak orisinil karena bercampur dengan budaya lokal, sikap taklid buta, sikap tidak kritis, dan tidak mau menggali Islam lebih dalam dengan membuka Kitab-kitab Hadits yang shahih. Oleh karena itu, lewat para ulamanya seperti Ahmad Hassan yang juga dikenal dengan Hassan Bandung atau Hassan Bangil, Persis mengenalkan Islam yang hanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits (sabda Nabi). Organisasi Persatuan Islam telah tersebar di banyak provinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bengkulu, Riau, Jambi, Gorontalo, dan masih banyak provinsi lain yang sedang dalam proses perintisan. Persis bukan organisasi keagamaan yang berorientasi politik namun lebih fokus terhadap Pendidikan Islam dan Dakwah dan berusaha menegakkan ajaran Islam secara utuh tanpa dicampuri khurafat, syirik, dan bid’ah yang telah banyak menyebar di kalangan awwam orang Islam.

Jam’iyyah Persis berasaskan Islam
Jam’iyyah Persis bertujuan terlaksananya syari’at Islam berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah secara kaffah dalam segala aspek kehidupan.

Kelembagaan

Pimpinan Wilayah. Pimpinan Wilayah yang telah didirikan oleh jam’iyyah terdiri dari 16 PW.
Pimpinan Daerah. Dari 16 Pimpinan Wilayah membawahi jalur jam’iyyah sebanyak 62 Pimpinan Daerah.
Pimpinan Cabang. Dari 62 Pimpinan Daerah membawahi 358 Pimpinan Cabang

Lembaga Pendidikan

Persatuan Islam yang gerakan utamanya adalah pendidikan telah menyiapkan lembaga-lembaga pendidikan berbasis kepesantrenan sebanyak 230 pesantren.
Tokoh

Muhammad Isa Anshary, politikus dan pejuang Indonesia.
Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri Indonesia
Ahmad Hassan, teman debat Soekarno ketika di Bandung
Haji Zamzam, pendiri Persis
H. Eman Sar’an
Achyar Syuhada, ulama terkemuka Persis
Mohammad Yunus, ulama Persis
K.H. E. Abdurrahman, pemimpin Persis tahun 1962-1983
K.H  A. Latif Muchtar
K.H. Shiddiq Amien, Mba Mantan Ketua Umum persis
K.H. Ikin Shadikin, ulama terkemuka Persis
K.H. Usman Sholehudin, Ketua Dewan Hisbath
K.H. Aceng Zakaria
K.H. M. Romli
K.H. Entang Muchtar ZA

SHARE
Next articleMuhammad Isa Anshary