Silaturahmi Pemuda Persis Bacip Lintas Generasi

Silaturahmi Pemuda Persis Bacip Lintas Generasi

SHARE

Bandung – persis.or.id, Sekitar 30 aktivis Pemuda Persis Babakan Ciparay (Bacip), Kota Bandung, menggelar silaturahmi lintas generasi. Mereka terdiri dari anggota dan mantan anggota pemuda Persis Bacip, sejak era 80′, 90′, hingga 2017. Acara yang berlangsung di kawasan wisata Punclut ini digagas dan difasilitasi mantan anggota Pemuda Persis era 80,, Dr. Arip Rahman, Lc, DESA (Arip Maroko).

Menurut Arip, silaturahmi ini merupakan media anjang-sono antar sesama alumni pemuda Persis Bacip yang aktif berdakwah di luar Bandung dan Jawa Barat.

Sementara itu, mantan ketua PC Pemuda persis era 90, Ustadz Ajat Sudrajat menyampaikan paparannya bahwa tantangan dakwah pemuda persis Bacip ke depan tidaklah ringan.

“Tentunya methode dan pendekatan dakwah di luar lingkungan Babakan Ciparay berbeda, sehingga diperlukan kesiapan mental dan fiqhi dakwah yang cantik,” tegas Ustadz Ajat Sudrajat.

Dalam kesempatan itu Ustadz Engkos Kosasih, mantan ketua PC Pemuda era 90-an, menyampaikan selayang pandang kelahiran pemuda Persis Bacip dari masa Allah Yarham, KH. Drs. Entang Muchtar, KH. Erwinuddin Tarwin hingga periode saat ini. Menurutnya Pemuda Persis Bacip terkenal militan dan “pandai bergaul” memiliki kekhasan dibanding yang lain terutama pemuda Persis generasi tahun delapan puluhuan.

“Misalkan dalam bidang olah raga badminton dan tenis meja, selalu menjadi tim tangguh sulit dikalahkan oleh pemuda Persis manapun,” tegas Ust Engkos. Namun demikian, lanjut ust Engkos, di bidang tafaquhfidien, Persis Bacip juga lumbungnya da’i di Bandung.

Adapun Ustadz Syarif Lukman Hakim, selaku mantan ketua pemuda dan sekarang menjabat sebagai ketua Persis Bacip mengharapkan agar silaturahmi ini menjadi bagian jihad jamiyyah untuk menghadapi tantangan dakwah saat ini dan masa datang. Untuk itu, guna mewadahi para alumni pemuda Persis Bacip telah dibentuk wadah silaturahmi pemuda Persis lintas generasi.

“Wadah tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk berkumpul dan berinteraksi walaupun alumni pemuda Persis aktif berdakwah di luar Persis Bacip. Sehinga terpelihara keimanan, ketaqwaan dan amal soleh,” ujar ustadz Lukman seraya mengutif firman Allah Swt. dalam surat Al-Maidah ayat 35 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”.

Alumni pemuda Persis Bacip sepakat untuk mengedepankan akhlak disamping keilmuan yang mumpuni, terus merajut dan meningkatkan silaturahmi dengan seluruh umat Islam dimanapun berada, dan meningkatkan kajian fiqih yang senantiasi dinamis dan berkembang sebagai salah satu ciri utama Persis.

Seluruh alumni menyampaikan penghargaan dan terima kasih bagi semua alumni pemuda Persis Bacip yang hadir dalam pertemuan itu, walaupun dengan kesibukannya masih dapat menyempatkan hadir dalam silaturahmi ini. Juga ucapan terima kasih teriring do’a jazakumullahu khoiron katsiiro kepada keluarga besar Almarhum Abah Emen Muchtar yang telah memfasiltasi terselenggaranya pertemuan tersebut.

Berdirinya pemuda Persis di Bacip tidak lepas dari dari arahan dan pembinaan Allah Yarham KH. Entang Muchtar yang sejak menjadi santri di Pesantren Pajagalan tinggal bersama keluarganya di Situ Aksan.

Peranan almarhum yang lahir di Warung Peuteuy-Garut dari seorang bapak bernama Zulkarnaen Aen (ZA) dengan Persis Bacip sangat besar sekali dalam pembinaan dan kaderisasi pemuda Persis.

Mayoritas alumni pemuda Persis aktif di lingkungan jamiyyahnya sendiri juga beberapa alumni Bacip yang aktif di Parpol, antara lain almarhum H. Makmur Hasanudin, MA yang pernah menjadi direktur pertama WAMY (World Assembly and Muslim Youth) di ASEAN yang bermarkas di Jeddah-Saudi Arabia.***
(Yadin Burhanudin).