Tak Sekedar Seremoni, Gyan Maknai Muktamar Pemudi Persis sebagai Momentum

Tak Sekedar Seremoni, Gyan Maknai Muktamar Pemudi Persis sebagai Momentum

Dipublish pada 19 Desember 2018 Pukul 03:26 WIB

503 Hits

Bandung – persis.or.id, Dalam sambutannya Ketua Umum PP Pemudi Persis 2014-2018, Hj. Gyan Puspa Lestari, Lc., M.Pd, menjelaskan bahwa Mukatamar XI tersebut tak sebatas agenda seremoni saja.

Gyan menceritakan 4 tahun yang lalu tepatnya 23 Desember 2014, di tempat yang sama, ia dan tasykil PP Pemudi Persis menerima amanah sebagai Pimpinan Pusat.

“Di tempat ini, kami dulu menerima amanah, kini tiba saatnya bagi kami mempertanggungjawabkannya. Penuh nilai-nilai perjuangan luar biasa, suka duka, pahit manisnya perjuangan ini”, ujar Gyan.  

Penuturan Gyan menggugah seluruh hadirin bahwa momen Muktamar ini menyadarkan akan pertanggungjawaban yang bukan hanya di depan manusia saja, namun kelak juga di yaumul akhir.

“Muktamar bukan hanya agenda semata, inilah momen untuk mengatur kembali barisan”, tambah Gyan.

Ia menerangkan bahwa Pemudi Persis bisa mengaktualisasikan dirinya untuk berjuang dalam menegakan dakwah Islam, tentu dalam koridor dan kodratnya sebagai seorang perempuan.

“Kami ingin membuktikan, Pemudi Persis sanggup melakukan perjuangan tanpa melupakan jati diri”, ucap Gyan yang langsung disambut dengan riuhnya tepuk tangan hadirin.

Gyan menyampaikan bahwa sholihah yang diusung oleh PP Pemudi Persis, adalah sholihah yang integral, dimana anggota Pemudi Persis sebagai pemimpin, anak, istri, juga sebagai ibu bagi anak-anaknya mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum PP Pemudi Persis itu juga menyebutkan diantara program-program yang sudah dijalankan selama periode kepemimpinannya. Diantaranya; One day one ayat, Silatnas, Halaqah, Kuliah Whatsapp, Pembentukan pengusaha pemudi, komunitas pecinta quran, pembuatan buku pedoman jamiyyah, buku antologi, dan lainnya.

Gyan mengatakan bahwa Al-Quran benar-benar menjadi pedoman yang luar biasa. Ia menambahkan, hukum-hukum yang berhubungan dengan perempuan mampu menciptakan harmoni kesimbangan antara kaum laki-laki dengan perempuan.

“Masing-masing memiliki keistimewaan, dan kita saling melengkapi”, ujarnya. (/TG)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?