Ta’mirul Masjid

0
118

“Salah satu orang yang akan mendapat perlindungan pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah adalah…orang yang hatinya selalu terkait dengan masjid”

Teringat akan potongan hadits tersebut, membuat kami mencanangkan bahwa ta’mirul masjid (memakmurkan masjid) merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan anak-anak kami.

Ta’mirul masjid mencakup kegiatan yang menjadikan masjid sebagai pusatnya. Dengan tujuan agar masjid menjadi tempat berkembangnya peradaban masyarakat.

Salah satu keuntungan bagi kami, karena kami diamanahi sebagai pengelola masjid dan madrasah di dekat rumah kami. Amanah ini kami jalankan sekaligus sebagai sarana belajar bagi anak-anak kami.

Kegiatan Ta’mirul Masjid untuk anak-anak lebih banyak dilakukan dengan melibatkan mereka dalam kegiatan pengelolaan masjid dan madrasah yang kami lakukan. Berikut cuplikan beberapa kegiatan yang biasa kami lakukan

  1. Shalat berjama’ah

Shalat berjama’ah di masjid merupakan salah satu kewajiban seorang muslim. Sedangkan bagi muslimah, lebih utama melakukan shalat di rumah. Untuk itu kegiatan ini lebih kami tekankan pada anak laki-laki kami. Walaupun kami tidak menutup kesempatan untuk anak perempuan. Mengenalkan, melibatkan, serta membiasakan shalat berjama’ah di masjid lebih banyak diperankan oleh sosok ayah. Hal ini terkait keteladanan yang patut diberikan untuk anak laki-laki.

Proses ini dilakukan sejak dini, diawali dengan pendampingan dari ibunya. Karena sang ayah ikut shalat berjama’ah, jadi tidak bisa memperhatikan. Selanjutnya beriringan dengan pengenalan adab masjid. Mulai dari do;a masuk dan keluar masjid serta hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam masjid.

Anak kami tidak kemudian langsung bisa menerapkan adab tersebut saat mereka ke masjid. Untuk itu diperlukan pendampingan, terutama saat ayah tidak ada di rumah. Maka, umminya meluangkan waktu untuk mengantar dan menungguinya shalat berjama’ah di masjid. Sedikit pengorbanan yang dilakukan ummi adalah tidak bisa shalat tepat sesudah adzan, baru setelah selesai mendampingi, ummi bisa melakukan shalat wajib.

Tantangan akan terjadi ketika banyak anak lain ikut shalat berjama’ah di masjid. Karena mereka seringkali tanpa didampingi orangtuanya. Atau saat jam anak-anak yang lebih besar “ngaji” di masjid.

Untuk itu sampai usia tiga tahun, kami cenderung tidak mengijinkan dan membawa anak ke masjid di saat-saat ramai anak-anak pergi ke masjid. Seperti waktu shalat maghrib dan isya, shalat jum’at, serta shalat tarawih. Karena saat banyak anak lain, anak kami cenderung sulit dikendalikan dan senang menjadi pusat perhatian.

Apalagi untuk shalat jum’at yang memiliki ketentuan khusus. Kami baru mengajak anak untuk shalat jum’at setelah dia bisa duduk tenang di dalam masjid saat khutbah jum’at. Alhamdulillah anak kami bisa menjalaninya ketika usianya masuk 5 tahun.

  1. Thalabul ‘Ilmi

Kegiatan penting lainnya dalam Ta’mirul Masjid adalah menjadikan masjid sebagai pusat ilmu. Sebagai pengelola, kami menyediakan proses pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an untuk anak-anak serta pelajaran diniyyah lainnya. Untuk kegiatan ini,anak-anak kami dlibatkan bahkan sejak masih dalam kandungan. Mereka ikut belajar bersama anak-anak lainnya, tanpa diistimewakan.

Sebagai anak Homeschooling yang tidak mengenl dunia sekolah, pembelajaran di diniyyah menjadi salah satu pengalaman berharga bagi anak-anak tentang bagaimana belajar bersama yang lain.

Setiap materi yang diberikan di diniyyah, kami jadikan stimulus bagi anak kami untuk memunculkan rasa ingin tahu mereka. Sepulang belajar, biasanya mereka akan mengajukan banyak pertanyaan sesudah mendapat materi baru di diniyyah. Untuk anak yang lebih besar akan langsung mencari informasi tambahan di buku atau sumber internet.

Selain kegiatan belajar untuk anak, kami juga memfasilitasi para pemuda dan pemudi tholabul ‘ilmi dan mengekspresikan gagasannya. Selain memberikan wawasan agama, khusus untuk para muda-mudi ini, kami juga memberikan peran khusus untuk terlibat langsung dalam program ta’mirul masjid.

Kesempatan ini kami jadikan sebagai sarana pembelajarn untuk anak-anak berkaitan dengan “orientasi karir” masa muda mereka.

  1. Bermanfaat untuk Umat

Sebagai pusat kegiatan dakwah di lingkungan, kami memiliki harapan besar agar masjid dan madrasah yang kami kelola memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk umat. Untuk itu kami memiliki program “Madrasah Untuk Semua”.

Di samping kegiatan belajar untuk anak dan pemuda, kami memiliki beberapa kegiatan lain dalam program ini. Di antaranya, kegiatan Taman Bacaan Masyarakat serta Bank Sampah. Kami juga mengadakan kegiatan belajar untuk ibu-ibu serta kegiatan edukasi lainnya.

Melalui kegiatan ini, kami mengajak anak-anak untuk “bersosialisasi”. Satu hal yang banyak dikhawatirkan oleh mereka yang belum paham tentang makna Homeschooling. Karena sejatinya, sosialisasi bukan hanya berbicara tentang bergaul dengan teman sebaya, namun bagaimana anak-anak menempatkan dirinya sebagai makhluk social di masyarakat.

Justru banyak kasus membuktikan, sosialisasi yang hanya diorientasikan pada teman sebaya lebih banyak memberi pengaruh negative pada perilaku anak dibandingkan perilaku positif.

  1. Mengelola event

Sebagai sarana ibadah umat, masjid dan madrasah yang kami kelola tentu berperan besar dalam event-event umat Islam. Apalagi pada dua hari raya umat islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam kesempatan ini, kami melibatkan anak-anak sesuai kapasitasnya. Untuk anak yang lebih besar, peran mereka lebih nyata dalam hal bersifat teknis.

Sedangkan untuk anak yang lebih kecil, biasanya hanya kami libatkan untuk mengamati dan memantau jalannya kegiatan. Selain event hari raya, kami pun melibatkan anak-anak dalam event shalat gerhana, kegiatan ramadhan, serta pengajian bulanan.

Banyak sekali pembelajaran yang kami dapatkan dalam pengelolaan event ini. Kami memiliki kesempatan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu mereka, memunculkan kreatifitas mereka, hingga menumbuhkan akhlaq yang baik dalam diri mereka.

Bahkan, kami dapat terus memupuk rasa cinta kasih dalam keluarga melalui pengelolaan event. Pembelajaran melalui event inilah yang mungkin akan langka ditemukan di sekolah-sekolah. (*)

 

***

Ditulis oleh: Kominfo PP Pemudi Persis