Tiga Pilar Bimhajum Yang Harus Digarap Secara Profesional

0
54

Bandung, persis.or.id. Bidgar Dakwah dan Bimhajum PP Persis mengadakan Pembinaan yang di ikuti oleh Bidang Dakwah dan Bimhajum PW Persis dan PD Persis se – Jawa Barat, DKI dan Banten pada hari Sabtu (30/7) di Gedung H2QM Komplek Pesantren Persatuan Islam No. 84 Ciganitri.

Pada kesempatan itu Drs. H. Anwarudin, M.Ag selaku Bigdar Bimhajum PP Persis menyampaikan bahwa ada tiga pilar utama yang harus di garap secara professional terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang dikelola oleh KBIH Persis.

Yang pertama adalah kelembagaan KBIH yang professional. Kelembagaan KBIH harus di garap secara professional dimana pengurus KBIH itu harus berasal dari kalangan professional, kalau belum professional maka akan dibuat menjadi orang – orang yang professional dengan mengadakan pelatihan-pelatihan agar menjadi professional orang-orang yanga ada di KBIH itu sendiri.

Yang kedua adalah pembimbing yang professional. Hal ini sangat menentukan, disamping pelaksanaan ibadah haji dan umroh yang sesuai syariat islam juga bisa membuat para jama’ah haji menjadi senang dan puas dengan layanan bimbingan yang diberikan. Kalau para alumni haji tidak merasa senang dan puas maka akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji kedepannya. Langkah yang akan ditempuh adalah dengan adanya sertifikasi pembimbing haji dan umroh dengan diadakannya pelatihan-pelatihan calon pembimbing ibadah haji dan umroh. Rekrutmen calon pembimbing juga berdasarkan kriteria dan persyaratan yang sudah ditentukan oleh KBIH Persis.

Yang ketiga adalah rekrutmen calon jama’ah haji. Selama ini rekrutmen calon jama’ah haji masih dilakukan secara manual dan mengandalkan para Dai Persis. Kedepannya perekrutan bisa dilakukan oleh kalangan yang bukan para Dai sekalipun. Salah satu caranya adalah pembuatan brosur KBIH Persis yang bisa dibawa dan dibagikan kepada para calon jama’ah haji sehingga semua informasi tentang KBIH Persis bisa diketahui oleh para calon jama’ah haji tidak sebatas mengandalkan para Dai saja.
“Ketiga pilar ini ini harus digarap secara professional sehinga kedepannya pelaksanaan ibadah haji dan umroh bisa berjalan dengan baik dan benar” ujar Bidgar Bimhajum yang juga rektor STAI Persis.

“Meskipun baru menjabat selama 3 bulan menjadi Bidgar Bimhajum tetapi H. Anwarudin menegaskan bahwa beliau sudah memiliki data yang lengkap untuk bahan evaluasi Bimhajum kedepan” pungkasnya. (ANP & CYJ)