Upaya Pacu Kualitas Pesantren, Bidgar Pendidikan PW Persis Jabar Lakukan Pembenahan Data dan Serap Aspirasi

0
137

Bandung – persis.or.id, Bidang garapan (bidgar) Pendidikan PW Persis Jawa Barat di tahun pertama program jihadnya fokus pada pembenahan data dan penyerapan aspirasi untuk memacu kualitas Pesantren Persis di Jawa Barat.

Peranan Pesantren Persis begitu fundamental dalam menopang gerak dakwah jamiyyah Persatuan Islam. “Kami berkomitmen melanjutkan tradisi positif yang telah lama dimiliki oleh Pesantren Persatuan Islam, serta membenahi hal-hal yang dirasa menjadi hambatan kemajuan Pesantren Persis baik hambatan internal maupun eksternal”, ujar Rofiq Husen, bidgar pendidikan PW Persis Jabar, kamis (12/01/2017).

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, bidgar Pendidikan PW Persis Jabar masa jihad 2016-2020 di tahun pertamanya akan fokus pada pendataan ulang, serta menyerap aspirasi dari pelaku pengelola pendidikan dalam hal ini Mudir, Asatidz, dan Bidgar Pendidikan PD serta PC Persis.

“Salah satu cara yang dilakukan guna mendata serta menyerap aspirasi adalah dengan mengadakan kunjungan langsung ke setiap Pesantren Persatuan Islam”, imbuh Rofiq.

Kunjungan dimulai dengan mendatangi PPI yang ada di Kota Bogor, yaitu PPI 89 dan PPI 112. Hal tersebut dinilai bisa menyerap informasi yang kemudian bisa dijadikan analisis untuk pengembangan pesantren kedepannya.

“Tak jarang ditemukan pesantren dan pengurus Jam’iyyah (PD-PC) belum terkoordinasi dengan baik sehingga butuh penataan ulang posisi Jamiyah di Pesantren. Juga beberapa hal yang bersifat teknis yang sebenarnya bisa diseselesaikan apabila telah terjalin komunikasi yang baik dari level atas sampai bawah”, ungkap Rofiq.

Kunjungan berikutnya, bidgar pendidikan PW Persis Jabar akan mengunjungi Kabupaten Garut, Subang, serta Kota Tasikmalaya, lalu dilanjutkan ke Kota dan Kabupaten lainnya pada bulan Februari dan Maret.

“Target utama dari kunjungan ini adalah terciptanya jaringan yang rapi dan tertata antar Pesantren Persatuan Islam yang ada di naungan PW Persis Jawa Barat”, pungkas Rofiq. (HL/TG)