Amanah Beladiri di Pendidikan Islam

Amanah Beladiri di Pendidikan Islam

Dipublish pada 24 April 2021 Pukul 05:30 WIB

530 Hits

Garut - persis.or.id, Ahad, 4 April 2021 para pengurus Syufu Taesyukhan dapat bersilaturahmi ke pesantren AttaqwaDepok. Pesantren yang dirintis Dr. Adian Husaini ini menjadikan tiga poros pendidikannya. Adab, kitab, dan silat itulah yang menjadi animo para sesepuh bagi santrinya. Tiga pilar ituserius diwujudkan pesantren Attaqwa. Dalam kesempatan silaturahmi ini dilangsungkan pula ujian kenaikan tingkat sebagai wujud keseriusan tersebut.

Pada acara pembukaan diketengahkan sambutan dari mudir pondok yaitu Dr. Ardiansyah. Alumni UIKA Bogor ini menyambut baik kegiatan ujian tersebut. Beliau pun mengingatkanposisi beladiri dengan adab. “Beladiri adalah bagian dari adab kepada diri. Adab tersebut dimulaidengan aqidah yang benar kepada Allah swt. Langkah kemudian ialah meraih kekuatan. Bahwa mukmin yang kuat lebih disukai oleh Allah. Untuk itu beladiri harus dipelajari guna meraih ridha Allah. Ini pun diperlukan untuk menjaga diri kita, orang yang disayangi, guru, dan tanah air. Dengan beladiri ini kita harus semakin beradab, bukan menjadi biadab,” papar Dr. Ardiansyah.

Sementara Dr. Adian dalam prakatanya menyoroti amanah beladiri. Alumni ISTAC ini menegaskan pentingnya menjaga amanah beladiri. “Kalian beruntung bisa berguru Syufu. Ini kesempatan langka. Kalian punya guru baik, ikhlas, semangat dan hebat. Ini bukan seribu satu, tapi sepuluh ribu satu. Kita yakin bahwa kesehatan dan kekuatan di zaman sekarang sangat penting untuk membela yang lemah. Ilmu ini amanah dari orang saleh. Maka harus dijaga. Akhlaknya harus bagus. Terus semangat belajarnya agar diridai guru,” jelas pria yang juga ketua Dewan Dakwah ini.

Apa yang dikemukakan Dr. Adian dan Dr. Ardiansyah memang demikian adanya. Beladiri adalah bagian adab terhadap diri, dan itu sangat penting bagi seorang muslim. Al-Nahlawi dalam bukunya menyebutkan tujuh tanggungjawab pendidik terhadap anak didiknya. Tanggung jawab pendidikan tersebut terkait iman, akhlak, badan, akal, jiwa, masyarakat, dan lawan jenis. Unsur keenam mengenai badan ialah melatih anak untuk terbiasa olah raga dan bermain kuda. Diantara dasar penjelasan beliau ialah QS. Al-Anfal ayat 60 dan Hadits tentang “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah.”

Diantara poin penting yang disampaikan Dr. Adian ialah amanah dalam beladiri. Amanah menurut KBBI ialah berarti sesuatu yang dipercayakan/ dititipkan kepada orang lain, keamanan, dan dapat dipercaya. Ini berarti amanah tersebut terjadi karena ada pihak yang mempercayakan sesuatu kepada yang dipercaya. Kepercayaan itu diberikan kepada orang yang dapat dipercaya karenanya merasa aman. Amanah beladiri berarti ada yang mempercayakan beladiri (guru) kepada yang dipercaya (muridnya). Orang yang dapat dipercaya ini akan memberikan keamanan kepada berbagai pihak, terutama yang memberikan amanah. 

Syufu merupakan beladiri aliran Shurulkhan. Untuk di Indonesia Syufu diamanahkan oleh Ustadz AD. Elmarzdedeq. Diantara yang diamanahi secara sempurna ialah kang Yana dan kang M. Iman Setia Permana. Setelah dirampungkan pada tahun 2003-an maka Syufu menjalani berbagai situasi dan kondisi. Kini setelah Ust. Marzdedeq meninggal bidang Jamiyah Persis meresmikan Syufu bersama Thifan Pokhan dalam Shurulkhan Persatuan Islam (Persis).

Sebagai lembaga resmi di Persis tentu amanah beladiri Shurulkhan mempunyai tempat tersendiri. Bila sebelumnya berjalan secara alami individual, kemudian yayasan, maka kini ada pada sebuah organisasi yang sudah teruji. Maka selayaknya amanah beladiri tersebut semakin kuat untuk diwujudkan. Persis sendiri berporos dalam dakwah dan pendidikan. Penunaian amanah beladiri Shurulkhan akan lebih bermanfaat melalui lembaga pendidikan yang ada. Upaya ini adalah untuk menggapai pembelaan terhadap diri, guru, organisasi, dan tanah air tercinta. Pada saat yang sama amanah dari ustadz Marzdedeq terpelihara dan manfaatnya sangat besar. Mudah-mudahan.

Oleh: Yusup Tajri - (Sekretaris Zho Lanah Shurulkhan dan Pengasuh PPI 183 Al-Manar Bayongbong)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?