Bedah Buku Politik Hukum Islam Dr. Jeje Zaenudin, Ketua PW Muhammadiyah Riau: Sarankan Buku ini Dibaca oleh Kaum Milenial

Bedah Buku Politik Hukum Islam Dr. Jeje Zaenudin, Ketua PW Muhammadiyah Riau: Sarankan Buku ini Dibaca oleh Kaum Milenial

Dipublish pada 23 Februari 2020 Pukul 11:14 WIB

1322 Hits

Riau – persis.or.id, Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Saidul Amin MA., menjadi salah satu pembanding atas dibedahnya buku Politik Islam Karya Dr. Jeje Jaenudin.

Bedah buku yang digelar pada saat menjelang pembukaan Muswil ke 3 PW Persis Riau di asrama haji Riau, Sabtu (22/2/2020).

Danrem 031 Wirabima yang bertindak sebagai keynote speaker dan sebagai pembanding. Dr. Hajar Hasan Ketua Syuriah NU, Dr. Saidul Amin Ketua Muhamaddiyah Riau dan Yana Mulyana S.PdI Ketua Persis Riau. 

Dalam muqaddimahnya beliau menyampaikan bahwa dirinya menapresiasi dan merasa terpukau membaca buku yang ditulis oleh Wakil Ketua Umum PP Prersis tersebut, “Ini buku yang luar biasa, sepengetahuan saya dalam menuliskan buku ini penulis sudah mengajarkan kita bagaimna memahami politik Islam menggabungkan tiga hal”, tuturnya.

Ketua PW Muhammadiyyah Riau juga menuturkan bahwa penulis mengajarkan kita bagaimana melihat politik Islam dari sumber asalnya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, kemudian ijtihad arah pemikir-pemikir Islam, tetapi ijtihad disini penulis mengajarkan kita realitasnya di Indonesia.

“Dan yang paling hebat, dalam buku tersebut penulis memperkenalkan kita konsep, dan dari segi metodologi penulis juga luar biasa, memperkenalkan kita at thurots al-Islam dari pemikiri-pemikir hukum politik Islam seperti Ibnu Taymiyah,” paparnya.

Masih dalam penuturannya, penulis juga tidak melupakan konsep-konsep yang dikemukakan oleh Plato, Arestoteles dan pemikir-pemikir barat lainnya, artinya penulis mulai menggabungkan antara pemikir barat dan pemikir Islam.

Dalam pengamatan pada sisi lainnya, dia memaparkan bahwa buku tersebut  sepertinya bangunan segitiga, yakni politik Islam itu asasnya adalah Al-Qur’an, as-Sunnah, dan Ijtihad,“ pungkasnya.

Terakhir kata Saidul, saya menyarankan agar buku ini dibaca oleh kaum milenial. (JJ/HL)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?