Difteri - Kenali Ciri Ciri Serta Cara Pencegahannya

Dipublish pada 03 Februari 2018 Pukul 21:50 WIB

1521 Hits

Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheriae ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung dan juga kulit. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada 5-10% penderita.

BAGAIMANA DIFTERI MENULAR?

Difteri menular dari manusia ke manusia bila terjadi kontak dengan penderita dan carrier (orang sehat yang terinfeksi difteri namun tetap bisa menularkan kuman difteri), yaitu melalui:


  • Percikan ludah yang keluar saat batuk atau bersin.

  • Kontak langsung dengan permukaan kulit atau luka terbuka

  • Kontak dengan benda-benda yang terkena kuman difteri (mainan, pakaian, kasur, dsb)


SIAPA YANG BISA TERTULAR?

Semua kelompok usia dapat tertular penyakit ini, terutama anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

GEJALA


  • Demam lebih kurang 38°C

  • Adanya Pseudomembran di tenggorokan, yaitu selaput berwarna putih keabuan/kebiruan yang tidak mudah lepas dan mudah berdarah.

  • Hidung berair

  • Bengkak di area leher seperti leher sapi (bullneck)

  • Nyeri saat menelan

  • Kesulitan bernafas atau sesak nafas disertai bunyi (stridor)


AKIBAT

  • Tersumbatnya saluran pernafasan

  • Peradangan dan kelumpuhan otot jantung

  • Kematian


APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA SESEORANG MEMPUNYAI GEJALA SEPERTI DI ATAS?

  • Datanglah ke pelayanan kesehatan terdekat

  • Penderita harus dirawat di ruang isolasi

  • Kontak erat penderita harus diperiksa juga untuk mengetahui apakah sudah menderita penyakit difteri.


BAGAIMANA MENCEGAHNYA?

PASTIKAN ANAK ANDA MENDAPAT IMUNISASI LENGKAP


  • 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis-B dan Haemofilus Influensa tipe b) pada usia 2, 3 dan 4 bulan

  • 1 dosis imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib saat usia 18 bulan

  • 1 dosis imunisasi lanjutan DT (Difteri Tetanus) bagi anak SD/sederajat kelas 1

  • 1 dosis imunisasi lanjutan Td (Tetanus Difteri) bagi anak SD/sederajat kelas 2

  • 1 dosis imunisasi lanjutan Td (Tetanus Difteri) bagi anak SD/sederajat kelas 5


APAKAH ITU ORI?

ORI (Outbreak Response Immunization) adalah kegiatan Imunisasi tambahan yang khusus dilakukan di daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB), sebanyak 3 putaran dengan jarak antara dosis pertama-kedua adalah 1 bulan dan antara dosis kedua-ketiga adalah 6 bulan dengan ketentuan sebagai berikut:


  • Imunisasi DPT-HB-Hib untuk anak usia < 5 tahun

  • Imunisasi DT untuk anak usia 5 sampai < 7 tahun

  • Imunisasi Td untuk anak usia > 7 tahun


DIMANA SAJA LOKASI PELAYANAN IMUNISASI DIFTERI?

Imunisasi diberikan di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya.

APA ITU VAKSIN DIFTERI?

Vaksin Difteri adalah  vaksin yang dapat mencegah penyakit difteri dan tersedia dalam berbagai bentuk kombinasi, di antaranya:


  • Vaksin DPT-HB-Hib

  • Vaksin DT

  • Vaksin Td

  • Dll


BILA SESEORANG TELAH MENDERITA DIFTERI APAKAH TETAP HARUS DIIMUNISASI?

Ya, karena penyakit difteri tidak memberikan kekebalan pada penderitanya di masa yang akan datang. Setelah sembuh, penderita harus diimunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan.

BILA SESEORANG SUDAH MENDAPAT IMUNISASI RUTIN LENGKAP, APAKAH AKAN KEBAL SEUMUR HIDUP TERHADAP PENYAKIT DIFTERI?

Tidak. Seseorang dianjurkan untuk mengulang kembali imunisasi difteri tiap 10 tahun dengan vaskin Td atau TdaP.

APAKAH VAKSIN INI AMAN?


  • Vaksin difteri ini aman diberikan pada semua kelompok usia.

  • Vaksin ini merupakan produk dalam negeri dan sudah teruji kualitas dan keamanannya oleh Badan POM dan Badan Kesehatan Dunia.

  • Reaksi ringan yang terjadi setelah imunisasi misalnya nyeri di tempat suntikan dan demam ringan, adalah hal yang biasa.

  • Sebagian kecil bayi terkadang menjadi rewel saat menderita demam.

Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?