Kunjungan Persis Jabar ke Persis Purwakarta, Ust Hasyim: Warga Persis Harus Percaya Diri

Kunjungan Persis Jabar ke Persis Purwakarta, Ust Hasyim: Warga Persis Harus Percaya Diri

Dipublish pada 01 Oktober 2019 Pukul 01:38 WIB

633 Hits

Kawasan wisata Situ Buleud di Jantung Kota Purwakarta hari Sabtu, 28 September 2019 kemarin tampak semarak dengan bendera hijau berlogo Persis. Hari itu Pimpinan Wilayah Persis Jawa Barat mengadakan kunjungan kerja dan pembinaan jamiyyah ke Pimpinan Daerah Persis Kabupaten Purwakarta. Dari rengrengan tasykil tampak hadir Ustadz Drs. H. Hasyim Suryadi, Ustadz H. Wawa Suryana, H. Dadang Jamaludin, H. Ahmad Haedar, H. Agus Purnama dan Muchsin al-Fikri.

Kegiatan pembinaan jamiyyah yang dihadiri oleh ratusan Tasykil PD, Badan Otonom dan PC Persis dan Persistri se Purwakarta dilaksanakan di Hotel Grand Situ Buleud Jalan Siliwangi No. 11 Kabupaten Purwakarta. Sebelum acara pembinaan sempat digelar pelantikan Brigade Persis Kab Purwakarta.

Dalam sambutan selamat datangnya, Ketua PD Persis Kabupaten Purwakarta, Ustadz Agah menyampaikan bahwa PD Purwakarta belum memiliki aset jamiyyah yang mampu menampung ratusan orang, sehingga dengan terpaksa kami mengadakannya di hotel Grand Situ Buleud. Kami sengaja mengundang seluruh stakeholder Jamiyyah karena kami berkomitmen semua jamaah harus berjalan sesuai visi dan misi sarigel sapihanean. Ke depan kami sedang merencanakan untuk menggelar silaturahmi akbar sebagai gerakan show of force. Saya berharap Persis beserta badan otonomnya bisa solid saling menguatkan, karena jika diibaratkan Persis itu seperti sebuah rumah yang di dalamnya banyak kamar. Harapan ke depan, Purwakarta akan terus semakin bertambah anggotanya dan semakin masif memperjuangkan quran sunnah. Yang hadir dari PD Persistri (Hj. Tuty SPd), PD Pemuda Persis, PD Pemudi Persis, PC Purwakarta, PC Plered, PC Babakan Cikao, PC. Wanayasa, dan PZU,

Kegiatan pembinaan dipimpin oleh Ustadz H. Ahmad Haedar. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan putaran yang ke 23. Artinya sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. “PW Persis menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PD Purwakarta karena sudah dengan serius mempersiapkan kegiatan ini. Ini adalah satu-satunya pembinaan yang dilaksanakan di hotel dengan menghadirkan seluruh stakeholder jamiyyah. PD Purwakarta sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu Ustadz Drs. H. Hasyim Suryadi dalam taujihnya menyatakan bahwa budaya yang harus dibangun di Persis adalah sam’an wathoatan. Ustadz Hasyim mengakui bahwa mengelola PW bukan perkara enteng, karena luasnya daerah dan banyaknya jumlah penduduk. Di tengah menjamurnya organisasi, warga Persis harus reueus dengan Jamiyyah Persis, jangan sampai ada warga Persis yang merasa minder dan tidak percaya diri dengan jamiyyahnya. Persis merupakan jamiyyah besar yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan sosial dan ekonomi. Seluruh warga Persis wajib mengetahui bahwa Persis juga memiliki tujuan dan visi yang sangat besar yaitu terwujudnya al-jamaah yang memiliki keunggulan dan keteladanan dalam mengimplementasikan al-Quran dan as-Sunnah pada pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan dan ekonomi pada tahun 2030.

Oleh sebab itu semua anggota Persis harus menjadi da’i sesuai dengan kapasitasnya untuk mendakwahkan visi dan misi Persis.

Selain itu warga Persis harus menjadi contoh tauladan bagi umat yang lain. Karena di Persis ditanamkan satu doktrin surotun mushoghorotun anil Islam wahikmatuhul asma yang artinya suatu gambaran tatanan kehidupan islami yang di dalamnya terlaksana syariat Islam berlandaskan Quran dan sunnah secara kaffah dalam segala aspek kehidupan ; dan atau gambaran miniatur Islam yang digerakkan oleh satu nidzam (aturan) yang ditaati bersama sehingga segala gerak dan amaliyahnya dapat menjadi suri tauladan bagi muslim lainnya.

Seluruh tasykil bahkan anggota diharapkan membaca dan memahami Qanun asasi dan qanun dakhili serta pedoman jamiyyah. Jangan sampai terjadi warga Persis menjelek-jelekkan jamiyahnya sendiri. Jika ada permasalahan silahkan disampaikan dan diselesaikan secara baik-baik secara musyawarah.

Guna menjaga kesinambungan perjuangan Jamiyyah, Ustadz Hasyim mengajak kepada seluruh Anggota dan simpatisan Persis agar menggiring keluarganya yaitu Istri, anak dan cucu serta keluarganya untuk masuk menjadi anggota. Adalah sebuah hal yang sangat ironis apabila anggota Persis tidak mampu mendakwahi keluarganya untuk masuk ke dalam jamiyyah.

Seluruh Tasykil memiliki kewajiban untuk memahamkan Persis, membentuk Persis, memelihara dan menguatkan jamiyyah. Ada strategi 3 K yang perlu diterapkan yaitu Komitmen, Konsekuen, dan Kontinyu. Selain itu ada juga strategi AKI (Aktif, Kreatif, dan Inovatif). Sudah saatnya di dalam mendakwahkan Jamiyyah sekarang ini harus memegang prinsip jahriyyah dan dohriyyah.  

Sementara itu Ustadz Wawa Suryana menyatakan bahwa seluruh tasykil Persis dan Otonom memiliki kewajiban untuk menjaga kepercayaan yang sudah diberikan kepada kita. Saya berpesan agar kita memegang peribasa Sunda : mun percaya tong cangcaya,  mun  dipercaya tong codeka. Warga dan keluarga Persis kudu pikabitaeun. Dalam hal sosial kita juga jangan terlambat, kita harus lebih responsif daripada jamiyyah lain. Terus saja bangun pendekatan sosial kepada masyarakayt, sampai mereka merasa simpati kepada dakwah kita. (Muchsin al-Fikri/Kominfo Persis Jabar).


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?