Majalah Risalah Edisi Juli 2021: Transparansi Dana Palestina

Majalah Risalah Edisi Juli 2021: Transparansi Dana Palestina

Dipublish pada 07 Juli 2021 Pukul 11:06 WIB

539 Hits

Isu Palestina tidak hanya menjadi sorotan negara timur tengah saja. Sejak serangan Israel beberapa bulan yang lalu, aksi dan bantuan sosial dukungan untuk Palestina berdatangan dan dilakukan serentak di berbagai belahan penjuru dunia. Masyarakat di Indonesia pun tidak mau ketinggalan, dari ustaz, pengurus ormas Islam sampai youtuber berbondong-bondong melakukan aksi dan mengajak kaum muslimin untuk berdonasi demi membantu warga Palestina yang sedang dirundung duka.

Sebut saja ust. Adi Hidayat yang mampu mengumpulkan donasi sebesar 30 miliar lebih. Taqy Malik, Atta dan Aurel, Dewa Eka Prayoga, dan berbagai tokoh lainnya yang mampu mengajak masyarakat berdonasi dan terkumpul miliaran rupiah. Belum lembaga sosial seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), PMI; juga lembaga-lembaga zakat yang ada di ormas-ormas Islam, seperti Pusat Zakat Umat (PZU) Persatuan Islam, Lazismu Muhammadiyyah, NU Care; dan berbagai lembaga lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Gerakan peduli Palestina ini menimbulkan reaksi dan tanggapan yang berbeda-beda. Ada yang kaget, terharu, dan bangga. Namun, ada juga yang justru memanfaatkan momen ini untuk membuat gaduh dan menyebar fitnah dengan dalih transparansi donasi. Beberapa kelompok menuntut audit, juga mempertanyakan ke mana aliran donasi Palestina ini disalurkan? Untuk mengetahui bagaimana dan untuk siapa dana Palestina ini disalurkan, silahkan simak liputan dan wawancara crew Majalah Risalah edisi Juli 2021.

Selain persoalan Palestina, Majalah Risalah kali ini juga mengupas tentang profil Junus Anis (1939-1972), "Konseptor Formula Kaderisasi Jam`iyyah". Beliau adalah aktivis Pemuda PERSIS, dan pendiri Majalah Risalah. Simak kajiannya di rubrik Sorotan Khusus. Untuk rubrik Tsaqafah, KH. Muhammad Zamzam Al-Falimbani (1880-1952), menjadi kajian salah satu tokoh PERSIS, dengan judul "Sang Pembaharu Islam di Indonesia Abad 20". Penulisan profil tokoh-tokoh PERSIS ini diharapkan mampu membangkitkan semangat juang dalam wadah jam`iyyah PERSIS bagi seluruh kadernya.

Untuk edisi Juli ini, muncul rubrik baru yaitu Manhaj. KH. Dr. Jeje Zaenudin menuliskan tentang Nabi Muhammad, Rasul, dan Pemimpin. Tulisan ini menyoroti kedudukan Nabi Muhammad sebagai pemimpin masyarakat atau kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang punya kewenangan menegakkan hukum yang adil, dan membangun kesejahteraan rakyat. Sementara kolom khutbah Jum`at diganti dengan khutbah `Idul Adha yang ditulis oleh KH. Zae Nandang, dengan tema "Khalfun".

Rubrik-rubrik tetap seperti Fikrah, Istifta, Tafsir Al-Qur`an, Syarah Hadits, Renungan Tarikh, Kesehatan dan rubrik Baiti Jannati masih setia menemani pembaca Risalah semua. Seiring dengan bergulirnya waktu, kita berharap majalah ini bisa semakin meningkat kuantitas dan kualitasnya, tentu saja berkat dukungan semua pihak. Dan semoga kehadiran majalah ini sesuai dengan tagline-nya, yang mampu menjadi Bacaan Peneguh Hati bagi para pembacanya. Selamat membaca. (gg)

           


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?