Risalah mencoba menghadirkan kajian terhangat di setiap bulannya

Majalah Risalah Edisi Juni 2021

Dipublish pada 01 Juni 2021 Pukul 11:11 WIB

767 Hits

Juni 2021 M/Syawwal 1442 H. Alhamdulillah majalah Risalah kembali hadir di tengah pembaca sekalian. Sebagai majalah bulanan, Risalah mencoba menghadirkan kajian terhangat di setiap bulannya. Khusus untuk bulan Juni ini, kita membahas persoalan yang sedang hangat tidak hanya di Indonesia saja, tapi  diberbagai penjuru  dunia, yaitu persoalan warga Gaza di Palestina.

Fenomena Gaza kembali mencuat ke permukaan, lagi-lagi tentara zionis Israel melakukan tindakan tidak terpuji dengan menyerang kaum muslimin di Palestina, yang sedang menunaikan ibadah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.     

Hal ini menimbulkan reaksi keras kaum muslimin di penjuru dunia, bahkan nonmuslim dan sebagian orang-orang Yahudi ikut mengutuk tindakan zionis laknatullah tersebut. Berbagai aksi pun dilakukan oleh ribuan bahkan sampai jutaan orang di berbagai negara, sebagai bentuk protes kepada Israel, dan simpati kepada warga Palestina. Jerman, Inggris, Jepang, Prancis, dan yang lainnya, tidak ketinggalan masyarakat muslim di Indonesia pun ikut menyuarakan hal yang sama.

Tidak hanya aksi protes di lapangan saja yang dilakukan, penggalangan dana pun dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia, baik secara perorangan, ataupun digalakan oleh berbagai organisasi keagamaan, termasuk di dalamnya Persatuan Islam (PERSIS). Meski dilakukan secara virtual Persatuan Islam ikut menyuarakan sikap dukungannya kepada Palestina, dan mengutuk segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh Israel terhadap kaum muslimin di sana.

Persoalan Palestina menjadi Kajian Utama majalah Risalah edisi bulan Juni dengan tema besar “Meretas Jalan Baru Menuju Palestina”. Selain rubrik yang sudah tetap seperti Istifta, Tafsir Al-Qur’an, Syarah Hadits, dan yang lainnya.

Mulai edisi bulan ini, Risalah kembali mencantumkan rubrik Sorotan Khusus yang membahas persoalan aktual seputar peribadahan yang ramai dilakukan kaum muslimin di Indonesia khususnya. Dan tema yang menjadi sorotan kali ini adalah tentang “Jum’at Berkah, Bid`ahkah?”

Selain sorotan khusus, rubrik yang baru muncul beberapa bulan ini adalah Tullabuna dan rubrik Kesehatan.

Rubrik khusus untuk pelajar dan mahasiswa. Kami mencoba mengajak pelajar dan mahasiswa untuk mengekspresikan diri lewat tulisan, mengungkapkan ide dan gagasannya untuk kebaikan bersama. Di rubrik ini para pelajar, mahasiswa, dan anak-anak muda difasilitasi untuk berbicara tentang pribadi, pesantren, kampus, atau persoalan dunia seperti Palestina saat ini.

Sementara rubrik kesehatan khusus diampu oleh dr. Harry Rayadi, yang menyajikan seputar kesehatan dilihat tidak hanya dari sisi fisik saja. Tetapi, hikmah di balik kesehatan untuk kita. Bagaimana beliau mengkaji kesehatan dengan landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga sehat dan sakit itu dipahami sebagai bagian dari ibadah, yang tidak lepas dari aturan agama.

Selanjutnya, di rubrik Tsaqafah, kita menghadirkan kajian tentang “Persatuan Islam, Natsir, dan Sumbangannya Terhadap Pancasila”. Tema ini menarik dibaca oleh anggota jam’iyyah PERSIS, khususnya kader hari ini. Kader muda Persatuan Islam harus mengetahui sejarah tentang andil dan jasa PERSIS dan tokohnya terhadap bangsa ini. Bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk berpikir bagaimana dengan kita? Apa yang bisa kita renungkan dari fakta-fakta sejarah kebangsaan dan kenegarawanan kader terbaik PERSIS itu?

[gg/dh]


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?