Pemudi PERSIS Harus Menjadi Pelopor Pengurusan Jenazah

Pemudi PERSIS Harus Menjadi Pelopor Pengurusan Jenazah

Dipublish pada 08 Juni 2021 Pukul 11:38 WIB

371 Hits

Cianjur, persis.or.id – Sering terlewatkan, tapi nyatanya pemulasaraan atau pengurusan jenazah memiliki poin penting sebagai hak dari orang yang meninggal. Oleh karena itu, PC Pemudi PERSIS Cianjur menggelar kegiatan pengurusan jenazah sebagai bagian dari program pendidikannya.

“Tujuan dari program ini adalah para anggota Pemudi PERSIS diharapkan bukan hanya mengetahui, tetapi juga dapat mempraktikkan bagaimana pengurusan jenazah secara detail. Kami akan mematangkan dulu di anggota Pemudi PERSIS, setelah itu baru bisa untuk masyarakat lainnya,” jelas Dini Rusti Daniyyah, Ketua PC Pemudi PERSIS Cianjur kepada persis.or.id, Jumat (04/06/2021) kemarin.

Dini menjelaskan, kegiatan pengurusan jenazah tersebut akan dibagi kepada dua sesi, yakni secara teori dan juga praktik. Ini dimaksudkan agar para anggota PERSIS dari setiap PJ seperti PJ By Pass, Cibereum, Cimenteng, Pabuaran, dan Karang Tengah mendapatkan pemahaman secara menyeluruh.

Hal tersebut juga ditekankan oleh Wakil Ketua PD PERSISTRI Cianjur, E. Suaedah yang juga merupakan pemateri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mengurus jenazah bukan bagian orang lain, tapi hak anggota keluarga. 

“Pemudi harus jadi orang yang paling depan dan pelopor untuk masalah pengurusan jenazah. Ini juga akan menunjukkan bahwa keluarga besar PERSIS berbeda dengan yang lain. Sebagai Pemudi PERSIS harus bisa mewujudkan satu rasa, satu usaha, dan satu tujuan,” terangnya.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat pengurusan jenazah. “Yang harus diperhatikan adalah tempat mandi, air yang akan digunakan, serta kain kafan. Sebelum mulai, harus menunggu dulu selama 2 jam,” tambahnya.

Ada perbedaan dalam pengurusan jenazah bagi laki-laki dan perempuan. Namun secara umum, hal-hal yang disebutkan di atas harus menjadi perhatian utama. Saat menunggu 2 jam, seseorang bisa mulai mempersiapkan tempat memandikan, air yang dicampur dengan kapur barus atau kamper, kain kafan, tali, dan sebagainya. 

Yang terpenting, saat memandikan jenazah harus dalam keadaan tertutup untuk menjaga auratnya. Inilah yang menjadi poin penting mengapa pengurusan jenazah sebaiknya dilakukan oleh keluarganya sendiri.

“Memandikan harus sambil ditutup dari kepala sampai kaki. Saat memandikan, dahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan anggota wudu sebanyak 3 kali, perlakukan sama yang kiri dengan yang kanan. Setelah itu mandikan 3 hingga 5 kali sampai bersih,” tutupnya. (FAR/IF)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?