Pesantren Persis 32 Ciawi Laksanakan Study Tour ke Yogyakarta

Pesantren Persis 32 Ciawi Laksanakan Study Tour ke Yogyakarta

Dipublish pada 09 November 2019 Pukul 09:02 WIB

421 Hits

Yogyakarta - persis.or.id, Pesantren Persis No 32 Ciawi lakukan kegiatan Study Tour ke Yogyakarta Selasa s.d. Jumat (5-8/11/2019). Kegiatan ini bekerjasama dengan Shafira Tour and Travel. Study tour diikuti 139 peserta yang terdiri dari santri kelas 7, 8, 9 beserta asatiz dan beberapa orang tua wali. Para santri dibimbing selama kegiatan untuk belajar fikih safar, sejarah, laporan observasi, conversation, dan lain-lain. 

"Kalian akan melakukan rihlah ilmiah. Ingat kita akan belajar banyak hal dengan kegiatan ini. Dari mulai fikih safar, bagaimana kalian mesti melaksanakan salat Isya terlebih dahulu sebelum berangkat karena sudah masuk waktu. Jangan melakukannya nanti saat diperjalanan dengan cara dijamak." Ucap Ustaz Taimullah Assabiq, S.Th.I. saat melepas rombongan. 

"Banyak tempat yang akan dikunjungi. Ustaz harap kalian selalu taat pada amir safar, selalu gunakan slayer sebagai identitas, dan jaga akhlak selama mengikuti kegiatan." tambahnya. 

Para peserta berangkat Selasa malam pukul 20.00 WIB menggunakan 5 armada. 4 orang tour leader dari Shafira menemani perjalanan ini. 

"Hari ini kita akan berangkat menuju masjid Kutoarjo, kemudian ke Borobudur, Lava Tour Merapi, Museum Dirgantara, dan akan menginap di Hotel Lynn Horison." Ujar Pak Dwi selaku tour leader. 

Kegiatan study tour dimulai dengan mengunjungi objek wisata Borobudur. Di sini para santri dibagi 30 kelompok untuk diberikan penugasan. Para santri sangat antusias, beberapa di antara mereka mengabadikan beberapa tempat dengan menggunakan kamera ponsel, sebagiannya lagi menuliskan penjelasan yang disampaikan guide Borobudur. 

Selesai dari Borobudur, tour leader mengarahkan para santri menuju objek wisata Merapi. Di sana sudah disiapkan 40 jeep adventure untuk mengangkut para peserta melakukan lava tour Merapi mengunjungi Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, dan Bungker Kaliadem. 

"Semua yang kalian lihat jadikan pengalaman berharga. Kita mesti mengagungkan Allah SWT. Betapa dahsyatnya letusan merapi saat itu, tapi kita juga bisa saksikan berkah di balik kejadiannya bagi masyarakat sekitar. Selalu ada kebaikan di balik musibah." Ujar Ustaz Irfan Jauhary, Lc. selaku amir safar dalam kegiatan ini. 

Perjalanan dilanjutkan menuju rumah makan House of Raminten Jogja. Di sini seluruh peserta menikmati kuliner khas Yogyakarta. Selanjutnya tour leader mengajak para peserta menuju Museum Dirgantara. 

"Mari kita laksanakan salat zuhur dan asar dengan cara dijamak qasar di dalam bis karena waktu sudah semakin sore. Sementara perjalanan kita masih panjang untuk menuju Museum Dirgantara." Kata amir safar menggunakan walkie talkie. 

Segera seluruh peserta melaksanakan salat di dalam bis. Tak lama kemudian sampai di Museum Dirgantara. Selanjutnya tour leader mengarahkan semua peserta ke dalam museum. Di sini para santri belajar mengenai sejarah kedirgantaraan Indonesia, dikenalakan beberapa jenis pesawat, bahkan beberapa pesawat bisa dicoba untuk ditumpangi. Kebanyakan pesawat bekas TNI AU, di antaranya ada Hercules dan F-16 yang terupdate dipajang.

Selesai dari museum, para peserta segera berangkat menuju hotel Lynn Horison di jalan Jogokariyan. Di sini peserta beristirahat setelah lelah melakukan perjalanan sebab besoknya mesti mengunjungi beberapa tempat lagi. 

Waktu subuh beberapa asatiz mengunjungi masjid Jogokariyan, karena kebetulan tempatnya berdekatan dengan hotel. 

"Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan para staf DKM masjid Jogokariyan. Termasuk bisa bertemu ikhwan dari Malaysia." Ujar Ustaz Sidieq Shalih, S.Th.I. sambil menujukkan foto bareng ikhwan dari Malaysia. 

Hari Kamis para peserta memulai lagi kegiatan study tour dengan mengunjungi objek wisata Tebing Breksi setelah sebelumnya berbelanja di Pusat Oleh-oleh Jogja. Meskipun cuaca panas, para santri tetap antusias untuk berfoto sekaligus mendengarkan penjelasan tour leader mengenai Tebing Breksi, sebuah tempat bekas pertambangan yang disulap menjadi  tempat wisata geologi yang hits.

Salat zuhur dan asar dilaksanakan dengan cara jamak taqdiem di Masjid Jamie Jl. Kalasan. Kemudian makan dan segera menuju objek wisata selanjutnya, yaitu Taman Pintar, Museum Benteng Vredeburg, dan Malioboro. 

Di Taman Pintar para santri mempelajari banyak hal. Terutama mereka belajar mengenal media pembelajaran yang sangat menarik, belanja buku, dan mencoba peralatan modern yang disediakan. 

Masih di komplek yang berdekatan, selanjutnya para santri menuju Museum Vredeburg. Tempat ini adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Krato Kesultann Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam gedung ini terdapat diorama sejarah Indonesia. 

Terakhir perjalanan ditutup dengan mengunjungi Malioboro. Para peserta melakukan wisata belanja sampai pukul 19.00. 

"Silahkan lakukan wisata belanja di sini. Tapi ingat kalian harus selalu menggunakan slayer karena akan kesulitan untuk mencari jika terpisah dari rombongan. Pukul 19.00 kalian sudah mesti ada di dalam bis untuk melakukan perjalanan pulang." Ujar Ustaz Yasar Abdul Ghani selaku ketua Panitia Study Tour. 

"Meskipun beberapa santri ada yang sakit karena kelelahan. Tapi alhamdulillah para pembimbing bisa cepat mengatasi. Kami sangat senang bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan." Tutup Nada selaku santriwati kelas 9 sekaligus ketua UG.

Pukul 20.00 seluruh peserta mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan dengan melakukan perjalanan pulang ke Ciawi Tasikmalaya. Hari Jumat pukul 06.00 WIB seluruh peserta sudah kembali ke Ciawi dengan selamat. (/MF)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?