Sebelum Kuota Habis, Segera Daftar ke PPI 67 Benda Tasikmalaya untuk Penerimaan Santri Baru 2020-2021

Sebelum Kuota Habis, Segera Daftar ke PPI 67 Benda Tasikmalaya untuk Penerimaan Santri Baru 2020-2021

Dipublish pada 23 Desember 2019 Pukul 12:51 WIB

3515 Hits

Bandung – persis.or.id, Pesantren Persatuan Islam (PPI) 67 Benda Tasikmalaya menerima penerimaan santri baru untuk tahun ajaran 2020-2021.

Pesantren ini membuka kuota untuk 6 kelas tingkat Tsanawiyyah terdiri dari rombongan belajar 3 kelas Putra dan 3 kelas Putri. Adapun tingkat muallimiennya dibuka 4 rombongan belajar, 2 kelas Putra dan 2 kelas Putri.

Dijelaskan oleh H. Arif Rahman Hakim ketua Penerimaaan Santri Baru (PSB) Persis 67 Benda, bahwa tahun ini ada penambahan kuota pada penerimaan santri baru.

“Kuota-nya ditambah 192 orang untuk MTs, dan 144 orang untuk Muallimien”, tambahnya.

PPI 67 Benda ini selalu mengadakan dauroh Tahfidz pada awal KBM semwster ganjil selama 40 Hari. Dijelaskan oleh ketu PSB  tersebut.

Untuk English Cam sekarang hanya bagi santri baru

dan Tutornya sama Santri Muallimien yangg sudah mahir setelah mereka mengikuti English Camp sebelumnya”, jelas Arif (23/12/2019)

    

Selain kurikulum Pesantren Persatuan Islam yang 100% dikembangkan, di PPI 67 Benda ini juga ada dua jurusan yaitu IPA dan IPS.

“Konsentrasi  agama-nya dikedua jurusannya 100 % dipelajari pakai kurikulum Persis dan kemenag”, umbuh Arif yang juga putra dari KH. Shidiq Amin (Allahu Yarham).

Prosfek mesantren di PPI 67 Benda Tasikmalaya ini dinilai sangat bagus. Pasalnya ada banyak santri lulusan PPI 67 Benda yang diterima di universitas negeri di Indonesia dan banyak juga santri yang diterima di Sudan, Al-Azhar Mesir dan di Madinah.

“Para santri kami sangat fasih berbahasa Inggris, apalagi dimulai tahun ini akan ada kampung Pare di Pesantren, jadi para santri diwajibkan berbahasa Ingris, lebih upgrade lagi kemampuannya”, ungkap Arif.

Semua santri di pesantren ini diwajibkan tinggal di asrama lingkungan pesantren.

“Kami tak pandang bulu, walaupun santri tinggalnya bersebalahan tembok dengan pesantren, tetap kami wajibkan untuk tinggal di asrama”, terang Arif.

Hal tersebut dimaksudkan agar  mempermudah pihak Pesantren untuk mengontrol semua kegiatan santri dari mulai bangun tidur sampai akan tidur lagi. Informasi lebih lanjut kunjungi website Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya klik disini (HL/TG)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?