Tanah Suci dan Kekuatan Umat Islam 

Tanah Suci dan Kekuatan Umat Islam 

Dipublish pada 07 Agustus 2019 Pukul 13:57 WIB

594 Hits

Makkah - persis.or.id, Di manakah sebetulnya kekuatan Islam tampak  berada?  Direktur Biro Dakwah dan Pengembangan Masjidil Haram, Syekh Dr. Hasan Bukhary, menyebutnya bukan di Indonesia, bukan di Cina, bukan pula di Nigeria, melainkan di sini, di tanah suci ini, di Mekah. Mereka datang berduyun-duyun. Mereka menyintai Mekah melampaui kecintaan pada negerinya sendiri. 

Saya tersentak, tersadarkan, dan memang itulah yang saya lihat sendiri dari balik kaca hotel Hilton, tempat saya dan kawan-kawan bersilaturahim dengan Syekh, Jumat sore menjelang magrib (2/07/19). Dari ruang pertemuan dalam hotel yang terletak di bibir halaman masjidil Haram itu, tampak limpahan  jamaah salat magrib. Luar biasa. Sebuah kekuatan yang memang nyata.

Di luar Mekah, sebut saja masjid di tanah air, seperti kehilangan jamaah saat salat subuh. Mungkin ada jamaah salat subuh hanya  dua baris : seorang imam dan seorang makmum.

Tetapi tidak di majidil Haram! Sejak beberapa jam sebelum salat lima waktu, masjidil Haram sudah amat sangat padat dan sesak oleh jamaah. Masjidil Haram jadi semakin sempit ketika salat lima waktu tiba. Banyak yang harus mencari tempat, atau bahkan tak mendapatkan tempat  untuk bersujud. Syekh benar, kekuatan Islam tampak  di tanah suci ini. Merasa herankah kita ketika  sangat sulit mencari tempat sujud di  masjid yang justru maha luas ini? Ya,  memang, karena kekuatan Islam di tanah suci ini melampaui ruang dan waktu.

Semua masjid, di mana pun, mestinya memperlihatkan kekuatan Islam, seperti yang  diperagakan jamaah masjidil Haram. Di daerah saya, masjid terus dibangun, bahkan seperti darurat masjid karena pengumpulan dana sampai melebar ke jalan raya, melewati rumah orang kaya, untuk dan atas nama amal jariyah. Kita berlomba-lomba membangun masjid mewah dan megah. Tetapi, hadis dari Anas yang dicatat Abu Dawud mengingtkan, bahwa berlomba membangun masjid mewah adalah tanda kiamat. (Laporan Dean Al-Gamereau)

Cedin Rosyad Nurdin, Peserta Haji Undangan Raja tahun 1440 H perwakilan PERSIS


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?