Taushiah dan Takbiran Nasional Idul Adha 1442 H, PERSIS: Pandemi bak Ujian Kesolidan dan Ketangguhan Umat 

Taushiyah dan Takbiran Nasional Idul Adha 1442 H, PERSIS: Pandemi bak Ujian Kesolidan dan Ketangguhan Umat 

Dipublish pada 19 Juli 2021 Pukul 23:56 WIB

344 Hits

Jakarta, persis.or.id - Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua. Banyak hikmah yang dapat diambil dari musibah tersebut. Seiring dengan tibanya Hari Raya Iduladha, Silaturrahmi Ormas Islam se-Nusantara menyelenggarakan kegiatan nasional dengan melibatkan organisasi-organisasi Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dr. Wido Supraha selaku Ketua Panitia kegiatan menyampaikan beberapa hal yang mengandung harapan besar.

“Semoga kegiatan ini dapat mengetuk pintu langit bagi kebaikan bangsa, terkhusus dalam melalui musibah yang tidak hanya dialami Indonesia tetapi secara global,” ujarnya kepada persis.or.id (19/07/2021).

Selanjutnya, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 22.00 WIB, adapun sesi kedua diisi dengan takbiran hingga pukul 04.00 WIB.

“Kegiatan tersebut melibatkan media-media ormas, di antaranya Persis TV untuk ikut menayangkan siaran kepada masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya. Dr. Wido Supraha menyampaikan pula rasa terima kasihnya kepada pihak yang ikut berpartisipasi pada kegiatan Taushiyah dan Takbiran Nasional ini.

Dalam kegiatan Taushiyah dan Takbiran Nasional Idul Adha 1442 H, PERSIS mendelegasikan kepada Wakil Ketua Umum KH. Dr. Jeje Jaenudin. Dalam taushiahnya, beliau menyampaikan beberapa hal. 

“Bahwa dibalik semua ujian dan cobaan ada hikmah, di antaranya ukhuwwah di antara kaum muslimin. Kedua, Iduladha merupakan momentum kesetiakawanan sosial sebagai wujud pengorbanan. Ketiga, penanganan masalah pandemik yang tengah terjadi harus dilakukan secara komprehensif, dengan melakukan beragam ikhtiar yang bisa dilakukan.”

“Keempat, Rasulullah saw. pernah menyampaikan tentang wabah Thaun. Hal itu dapat menjadi azab bagi yang Dia kehendaki, tetapi menjadi rahmat bagi kaum mukminin. Kelima, Pandemi ini bak ujian untuk membuat umat menjadi solid dan tangguh. Jadikan kondisi yang tengah terjadi menjadi seperti kawah candradimuka.” Demikian taushiah KH. Dr. Jeje Jaenudin.

Di akhir taushiahnya, beliau berharap semoga di akhir tahun 1442 H ini akan mengawali lembaran-lembaran baru dengan kemenangan di tahun berikutnya. Selain itu, mari senantiasa mendoakan kepada mereka yang telah wafat dalam masa pandemi ini.

Beberapa tokoh nasional dan ormas Islam yang aktif dalam kegiatan tersebut di antaranya Buya Dr. Anwar Abbas dan KH. Dr. Chalil Nafis dari MUI Pusat, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin dari Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Dr. Adian Husaini (Dewan Dakwah Islam Indonesia), KH. Dr. Jeje Jaenudin (PERSIS), KH. Nazar Haris dari Persatuan Ummat Islam (PUI), KH. Dr. Masyhuril Khamis (Al Wasliyyah), dan lainnya.

(MN/SF)


Sebarkan Tulisan ini

Apa Komentar Anda?