Dari Pesantren untuk Indonesia: Edwin Khadafi Tegaskan Spirit Kebangsaan Kader Pemuda Persis di Ma'ruf Akbar Garut

oleh Redaksi

09 Agustus 2026 | 21:44

Dari Pesantren untuk Indonesia: Edwin Khadafi tegaskan spirit Kebangsaan Kader Pemuda Persis di Ma'ruf Akbar Garut

GARUT, JAWA BARAT — Komitmen keislaman dan napas keindonesiaan harus senantiasa berjalan beriringan dan saling menguatkan. Pesan kebangsaan inilah yang bergema kuat dalam perhelatan kaderisasi tingkat daerah, Ma'ruf Akbar, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Garut pada 07–09 Agustus 2026 (23–25 Shafar 1448 H).


Berlokasi di alam terbuka Camping Ground Sampalan Cilawu, agenda kawah candradimuka ini diikuti oleh 75 delegasi santri terpilih tingkat Mu'allimin dari berbagai pesantren Persis se-Kabupaten Garut. Hadir memberikan suntikan moral dan wawasan strategis, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (Waketum PP) Pemuda Persis, Edwin Khadafi, menekankan pentingnya santri untuk berani mengambil peran membangun peradaban.


"Ketaatan kita pada nilai-nilai Islam justru harus menjadi motor penggerak kepedulian kita pada Indonesia. Menjadi Pemuda Persis adalah sebuah janji kebangsaan untuk memikul tanggung jawab besar memajukan negeri ini. Medan dakwah kita hari ini menuntut kita hadir memberikan solusi di tengah masyarakat, menyentuh urat nadi kehidupan bangsa, dan tidak eksklusif hanya berada di balik tembok pesantren," urai Edwin Khadafi membakar semangat para peserta.


Lebih jauh, Edwin memaparkan bahwa wujud kecintaan pada negara dalam Islam terejawantahkan secara nyata melalui peran manusia sebagai khalifah fil ardh. Untuk memakmurkan Indonesia, Pemuda Persis dituntut untuk melengkapi keimanannya dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kemandirian ekonomi, ketangguhan teknologi, serta kepekaan sosial.


Dengan kapasitas tersebut, kader-kader Persis diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pemecah masalah atas berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari isu ketertinggalan pendidikan, kesenjangan ekonomi, hingga darurat moralitas.


"Pemuda Persis harus menyebar dan mengisi ruang-ruang strategis republik ini. Bangsa ini menanti dedikasi kalian. Jadilah penggerak ekonomi yang jujur, pendidik yang inovatif, profesional muda yang berintegritas, atau pemimpin daerah yang amanah. Di titik pengabdian mana pun kalian kelak berada, jadikan itu sebagai wujud nyata Islam yang *rahmatan lil 'alamin*—menjadi pilar penyangga tegaknya peradaban Indonesia yang bermartabat," tegas Edwin memotivasi para kader muda.


Melalui penggemblengan fisik, mental, dan intelektual selama tiga hari di alam terbuka ini, Pemuda Persis Garut optimis mampu melahirkan generasi pelanjut yang tak sekadar lurus akidahnya, tetapi juga berjiwa patriotik. Formulasi kepemimpinan ini diyakini akan memperkuat realisasi tema besar kegiatan tahun ini: *"Meneguhkan Kader, Menguatkan Perjuangan, Melanjutkan Dakwah,"* yang bermuara pada kejayaan jamiyyah, umat, dan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:

Ma'ruf Usai, Perjuangan Dimulai

Reporter: Redaksi Editor: Gicky Tamimi