Sapeken, persis.or.id – Kegiatan formal pertama yang dilaksanakan PP PERSIS di Pesantren Persatuan Islam (PPI) 95 Abu Hurairah bersama PC PERSIS Sapeken adalah Daurah Kurikulum dan Perwakafan. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026, di Aula Masjid Abi Hurairah.
Daurah ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh perintis, pendiri, sekaligus sesepuh PPI 95 Abu Hurairah, KH. Ad Daelami Abu Hurairah. Di hadapan jajaran PP PERSIS dan para asatidzah PPI 95 Abu Hurairah, beliau menyampaikan sejumlah pesan dan nasihat yang sarat makna bagi para pendidik dan pejuang jam'iyah.
Nasihat Pertama: Tugas Asatidzah adalah Mendidik
Menurut beliau, tugas seorang asatidzah tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan membentuk karakter, akhlak, dan tabiat peserta didik agar menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berkepribadian Islami.
Nasihat Kedua: Mem-PERSIS-kan Orang PERSIS
Beliau mengingatkan bahwa tantangan saat ini bukan hanya mengenalkan PERSIS kepada masyarakat, tetapi juga membina warga PERSIS agar memahami dan mengamalkan nilai-nilai jam'iyah secara utuh.
Pulau Sapeken selama ini dikenal sebagai "Pulau PERSIS". Namun, menurut beliau, masih diperlukan pembinaan yang lebih kuat agar identitas kejam'iyahan benar-benar tampak dalam kehidupan sehari-hari.
"Tugas kita sekarang adalah mem-PERSIS-kan orang PERSIS."
Nasihat Ketiga: Beratnya Perjuangan Akan Berbanding dengan Besarnya Pahala
KH. Ad Daelami mengenang perjuangan dalam membesarkan PERSIS hingga mampu melahirkan alumni yang mendirikan pesantren di berbagai daerah, bahkan di luar Pulau Sapeken.
Beliau menegaskan bahwa perjuangan tersebut tidaklah ringan. Namun, semakin berat perjuangan yang ditempuh di jalan dakwah, semakin besar pula pahala yang dijanjikan Allah Swt.
"Karena berat pula pahalanya di hadapan Allah Swt."
Nasihat Keempat: Perkuat Ekonomi untuk Mewujudkan Kemandirian
Beliau juga menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, seorang pejuang dakwah akan lebih leluasa berkhidmat apabila memiliki kemampuan ekonomi yang baik.
"Saya perintahkan kepada keluarga saya semua untuk berdagang."
Dengan kemandirian ekonomi, seseorang akan lebih mudah menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam berjihad di jalan Allah tanpa bergantung kepada pihak lain.
Nasihat Terakhir: Jangan Berbangga dengan Masa Lalu
Pada penutup penyampaiannya, KH. Ad Daelami mengingatkan agar warga PERSIS tidak terlena dengan kebesaran sejarah organisasi dan jasa para tokohnya, termasuk perjuangan besar A. Hasan.
Menurut beliau, sejarah harus menjadi inspirasi, bukan sekadar kebanggaan. "Kita jangan berbangga dengan kehebatan beliau. Sedikit-sedikit A. Hasan, sedikit-sedikit A. Hasan. Tetapi, ikutilah jejak-jejaknya."
Nasihat-nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan jam'iyah tidak dibangun dengan kebanggaan terhadap masa lalu, melainkan dengan melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui amal nyata, pendidikan, dakwah, dan pengabdian yang berkesinambungan. []
BACA JUGA:PP PERSIS Gelar Pembinaan Kejamiyahan di Sapeken: Perkuat Loyalitas dan Sinergi Dakwah