Jejak Dakwah Lahirnya PW PERSIS Sulawesi Utara: Dari Keresahan Menjadi Sejarah

oleh Reporter Seeder

28 April 2026 | 19:02

Jejak Dakwah Lahirnya PW PERSIS Sulawesi Utara: Dari Keresahan Menjadi Sejarah

Oleh: Faturohman - Kafilah Duat PERSIS Sulawesi Utara


Pengabdian sebagai Kafilah Duat Persatuan Islam (PERSIS) di Sulawesi Utara selama satu tahun tiga bulan menjadi perjalanan yang sarat makna. Dari proses itulah lahir sebuah tonggak penting: terbentuknya Pimpinan Wilayah (PW) PERSIS Sulawesi Utara.


Gagasan ini berawal dari kegelisahan atas belum adanya struktur wilayah PERSIS di Sulawesi Utara. Kondisi tersebut membuat gerak dakwah dan program jam’iyyah belum terarah secara optimal. Dari kegelisahan itu, komunikasi mulai dibangun dengan para alumni pesantren PERSIS yang tersebar di berbagai daerah, seperti Bapak Agus, Imam Sholahuddin, Ujang, dan tokoh lainnya. Jejaring alumni ini kemudian menjadi fondasi awal dalam merintis kehadiran PERSIS di Sulawesi Utara.


Perjalanan ini tidak berlangsung singkat. Koordinasi intens dilakukan bersama Pimpinan Pusat PERSIS, khususnya melalui bidang dakwah dan pengembangan jam’iyyah. Tahapan demi tahapan dilalui, mulai dari pembinaan, pengkaderan, pendataan anggota, hingga persiapan pembentukan tasykil. Dinamika dan penundaan sempat terjadi, tetapi tidak menyurutkan semangat untuk terus melangkah.


Hingga akhirnya, pada Selasa, 28 April 2026, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Manado, secara resmi ditetapkan Pimpinan Wilayah PERSIS Sulawesi Utara. Ujang dari Kotamobagu diamanahkan sebagai ketua, menandai dimulainya babak baru gerakan dakwah PERSIS di wilayah tersebut.


Lahirnya PW PERSIS Sulawesi Utara bukan sekadar pembentukan struktur organisasi, melainkan awal dari gerakan dakwah yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan moral, maupun penguatan harmoni sosial.


Pesan yang mengiringi momentum ini menegaskan pentingnya kaderisasi, penguatan dakwah, serta semangat toleransi dan kerja sama antarormas Islam. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi agar PERSIS Sulawesi Utara tumbuh sebagai jam’iyyah yang kokoh, inklusif, dan berkemajuan.


Bagi penulis, lahirnya PW PERSIS Sulawesi Utara adalah jawaban atas sebuah keresahan yang bertransformasi menjadi sejarah perjuangan. Ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari semangat kolektif para kader, alumni, dan pimpinan yang dipersatukan oleh cita-cita dakwah.


Dari Sulawesi Utara, langkah kecil ini menjadi peneguh bahwa dakwah akan terus tumbuh ketika dirajut dalam kebersamaan. Sebuah ikhtiar untuk merawat ukhuwah, memperkuat peran umat, dan menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.


[]

BACA JUGA:

Waketum Kukuhkan PW PERSIS di Bumi Nyiur Melambai

Reporter: Reporter Seeder Editor: Dhanyawan Haflah