Makkah, persis.or.id - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) bergerak cepat mematangkan koordinasi dan memastikan kesiapan mental serta spiritual para jemaah. Langkah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Sekretaris Umum PP PERSIS selaku Musyrif Diny, Dr. KH Haris Muslim, bersama Ketua Bidang Dakwah sekaligus Pembimbing Ibadah Haji Khusus (PIHK) PT Karya Imtaq, Drs. KH Uus Muhammad Ruhiat.
Kunjungan silaturahmi tersebut dilangsungkan di maktab jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) PP PERSIS yang berada di Hotel Darb al Motamer, Syisyah, Makkah, pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat. Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan konsolidasi menyeluruh guna menyongsong puncak haji yang meliputi rangkaian ibadah Tarwiyah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dalam amanahnya, KH Uus Muhammad Ruhiat menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Berkat koordinasi yang intensif, seluruh jamaah haji KBIHU PERSIS dari berbagai daerah di Tanah Air dipastikan telah mendapatkan izin resmi dari pihak syarikat untuk melaksanakan ibadah sunnah Tarwiyah.
"Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Persatuan Islam yang kami kunjungi dan silaturahmi baik yang berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Brebes, Jakarta, maupun pelosok Tanah Air per hari ini semuanya mendapatkan restu dari syarikat untuk melaksanakan Tarwiyah," ujar KH Uus dengan penuh rasa syukur.
Kepastian ini disambut gembira oleh para jamaah yang mendambakan dapat mengikuti sunnah Rasulullah SAW, yakni bermalam (mabit) di Mina pada tanggal 8 Zulhijah sebelum bergerak menuju Arafah keesokan harinya.
KH Uus menambahkan, perjuangan ini akhirnya diakomodir oleh pihak syarikat. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama pun tidak melarang hal tersebut mengingat kuatnya landasan syariat ibadah Tarwiyah.
Kesiapan matang juga terlihat pada jamaah haji khusus di bawah naungan PIHK PT Karya Imtaq. Armada bus penjemput yang ditunjuk syarikat untuk membawa jemaah menuju Mina dan rangkaian Armuzna terpantau sudah bersiaga di depan hotel transit Talal Abroj.
Di tengah persiapan fisik tersebut, KH Uus menekankan pentingnya kesiapan batin para jamaah yang telah menanti momen suci ini selama bertahun-tahun.
"Dengan penuh rasa merendah diri kepada Allah Swt, kami semua bersimpuh memohon agar bisa menunaikan ibadah sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak ada yang kami inginkan kecuali melaksanakan ibadah secara sempurna, haji yang diterima, dan doa yang dikabulkan sebagai komitmen ketauhidan kami," tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum PP PERSIS, Dr. KH Haris Muslim, menegaskan, kunjungan ini juga krusial untuk menyatukan dan mengoordinasikan jemaah yang tersebar di beberapa kloter terbang (kloter), seperti Kloter 38 KJT, Kloter 24, dan kloter-kloter lainnya.
Melalui konsolidasi ini, pihak pimpinan dapat bertemu langsung dengan para pembimbing, petugas daerah, serta Kader Jamiyyah PERSIS yang bertugas sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dari berbagai wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. Haris mengingatkan, esensi utama dari pengelolaan jemaah haji di lingkungan PERSIS adalah murni sebagai syiar agama.
"Semua itu kami koordinasikan karena haji berada di bawah bidang dakwah. Oleh pimpinan, Bimbingan Haji dan Umrah (Bimhajum) ini ditempatkan sebagai media dakwah. Bukan media komersil, melainkan media dakwah untuk menyebarkan dan menyuburkan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah," pungkas KH Haris Muslim.
BACA JUGA:Berlayar Ke Gaza: Mereka Membawa Nurani, Bukan Rudal dan Senapan