Bandung, persis.or.id - Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PP Pemuda Persis) menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari jajaran Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kabupaten Bandung. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Kantor PP Persis Lantai 4, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 2–4, Kota Bandung ini berlangsung hangat dan penuh dengan nuansa kekeluargaan.
Audiensi yang diajukan melalui surat resmi bernomor 109/1.2/A.6.2-C.7/IX/2026 yang ditandatangani oleh Ketua PD Pemuda Persis Kabupaten Bandung, Hanafi Anshory, dan Sekretaris, Herman Sinar Masjati ini diselenggarakan dalam rangka mempererat ukhuwah jam’iyyah serta membangun komunikasi yang konstruktif demi menjaga soliditas dan keberlangsungan perjuangan organisasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai dinamika dan isu krusial internal organisasi, khususnya terkait penguatan pemahaman terhadap aturan, mekanisme, dan tata kelola organisasi sesuai dengan Qaidah Asasi dan Qaidah Dakhili (QA-QD) Pemuda Persis.
Beberapa poin aspirasi yang turut dibahas meliputi respons dan apresiasi terhadap langkah kebijakan organisasi terkait penonaktifan Bendahara Umum PP Pemuda Persis, serta penyampaian masukan mengenai konsistensi penerapan kriteria tasykil, batasan aktivitas politik, dan penjagaan marwah serta independensi jam’iyyah.
Seluruh rangkaian diskusi berjalan dengan semangat saling mengapresiasi terhadap segala bentuk kebijakan dan ikhtiar yang telah diambil oleh pimpinan jam’iyyah. Forum ini sekaligus menegaskan bahwa proses tabayyun merupakan mekanisme jam’iyyah yang sangat penting untuk memperoleh informasi secara utuh, objektif, dan proporsional guna mencapai kemaslahatan bersama.
PD Pemuda Persis Kabupaten Bandung juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi dan masukan ini murni merupakan bentuk nasihat, ikhtiar ishlah, serta tanggung jawab bersama dalam merawat jam’iyyah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Pemuda Persis, Hilman Rasyid, M.Pd., menyambut baik kehadiran dan kepedulian jajaran PD Pemuda Persis Kabupaten Bandung. Ia menekankan pentingnya menjadikan jam’iyyah sebagai ruang dialog yang sehat dan saling menguatkan.
"Bagi kita, jam’iyyah ini bukan sekadar struktur organisasi yang menghubungkan pusat dan daerah. Jam’iyyah adalah rumah perjuangan yang dibangun oleh kepercayaan, tanggung jawab, dan kesediaan kita untuk saling menguatkan. Karena itu, komunikasi antara pimpinan tidak boleh hanya berlangsung ketika ada persoalan. Kita perlu membangun tradisi dialog yang terbuka, saling mendengar, dan berorientasi pada kemajuan bersama," ujar Hilman.
Lebih lanjut, Hilman menyampaikan bahwa keberagaman sudut pandang di setiap tingkatan kepemimpinan merupakan kekayaan yang harus disinergikan untuk mencapai tujuan organisasi.
BACA JUGA:Ketua Umum dan Tasykil PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2026–2031 Resmi Dilantik