Subang, persis.or.id — Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mendorong Pimpinan Daerah (PD) Persis se-Pantura untuk mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari penguatan dakwah dan komunikasi jamiyyah di era digital. Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Infokom dengan PD Persis se-Pantura yang berlangsung di Subang, Ahad (4/10/2026).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Bidang Infokom PP PERSIS, Dr. H. Ihsan Setiadi Latif, M.Si., Sekretaris Bidang Infokom H.Jejen Zaenudin, M.Pd.I, Ketua Bidang Garapan Pengembangan Media Elektronik dan Digital, Andri Hendrawan, M.Ag, dan Kerja Bidang Garapan Penerbitan dan Literasi, Ginanjar Nugraha, M.Sy. Selain itu juga hadir perwakilan divisi Infokom dari Majalah Risalah, Majalah Iber Anyar, Pers, Persis.or.id, PERSIS Photography, PERSIS TV, dan Info PERSIS.
Ketua Bidang Infokom PP PERSIS, Dr. H. Ihsan Setiadi Latif, M.Si., mengatakan optimalisasi Infokom tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan media, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga PERSIS. Karena itu, berbagai divisi yang ada di Infokom perlu dikenalkan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh struktur dan anggota jamiyyah.
“Optimalisasi Infokom ini salah satunya dengan mengenalkan divisi-divisi yang ada di Infokom. Kami juga membuka lebar kesempatan untuk berkolaborasi, baik menjadi kontributor maupun membentuk komunitas foto dan komunitas lainnya,” ujar Ihsan.
Menurut Ihsan, transformasi digital menjadi salah satu arah kebijakan PP PERSIS dalam memasuki abad kedua. Perubahan tersebut dinilai penting untuk memastikan dakwah PERSIS mampu menjangkau masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital, sekaligus memperkuat penyebaran informasi dan aktivitas jamiyyah.
“Transformasi digital PERSIS di abad kedua menjadi arah kebijakan PP PERSIS. Ini untuk mendukung dakwah PERSIS agar lebih kuat,” katanya. Ia menambahkan, PD PERSIS di berbagai daerah perlu mulai membangun kapasitas digital dan memperkuat sinergitas agar gerakan informasi jamiyyah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sejumlah PD PERSIS se-Pantura telah memiliki aktivitas komunikasi digital, meskipun dengan kondisi dan kapasitas yang berbeda. Ketua PD PERSIS Subang, Sapulloh, mengungkapkan bahwa Bidang Komunikasi dan Informasi (Bidgar Kominfo) di daerahnya telah dibentuk sejak 2016 dan hingga kini masih menjalankan aktivitas media sosial.
“Bidgar Kominfo sudah dibentuk sejak 2016. Untuk media sosial masih aktif sampai sekarang, meskipun website memang masih vakum,” ujar Sapulloh. Selain media sosial, PD PERSIS Subang juga rutin menggelar siaran langsung dari Masjid Agung Subang setiap bulan serta melakukan live streaming untuk sejumlah kegiatan insidental.
Sementara itu, Ketua PD PERSIS Sumedang, Firman Solihin, mengatakan pihaknya mulai mengarahkan pengelolaan informasi jamiyyah menuju transformasi dan digitalisasi. Menurutnya, keberadaan Kominfo memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wadah komunikasi bagi aktivitas jamiyyah.
“PD PERSIS Sumedang sudah mulai mengarah kepada transformasi dan digitalisasi informasi. Sebagai wadah jamiyyah, posisi Kominfo sangat penting,” kata Firman. Ia menambahkan, pihaknya berencana menggelar pelatihan jurnalistik dengan melibatkan para pemuda dari setiap Pimpinan Cabang (PC) sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Firman juga menyebutkan bahwa PD PERSIS Sumedang tengah mengupayakan pengadaan fasilitas untuk mendukung dakwah digital. “Tahun ini kami akan menggelar pelatihan jurnalistik dengan mengundang pemuda di setiap PC. Pengadaan fasilitas dakwah digital juga sedang diusahakan pada akhir tahun ini,” ujarnya.
Berbeda dengan Subang dan Sumedang, PD PERSIS Kabupaten Cirebon masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengembangkan bidang Kominfo. Ketua PD PERSIS Kabupaten Cirebon, Imron, menyebut keterbatasan anggaran, sumber daya manusia di bidang desain grafis, koordinasi yang belum optimal, rangkap tugas dengan tasykil lain, serta belum jelasnya tugas pokok dan fungsi menjadi tantangan yang perlu dibenahi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan transformasi digital Persis membutuhkan penguatan sinergi, SDM, fasilitas, dan tata kelola di tingkat daerah agar arah kebijakan digitalisasi jamiyyah dapat berjalan secara lebih merata.
BACA JUGA:Infokom PERSIS: Konten Palestina Cepat Dihapus, Hoaks Lambat Ditindak, Pemerintah Harus Tegas