«مسند أحمد» (37/ 24 ط الرسالة):
22334حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ وَعَفَّانُ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، حَدَّثَنَا الْحُرُّ بْنُ الصَّيَّاحِ - قَالَ سُرَيْجٌ: عَنِ الْحُرِّ - عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ امْرَأَتِهِ، عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ. قَالَ عَفَّانُ: أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami Suraij dan ‘Affan, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah; telah menceritakan kepada kami al-Hurr bin ash-Shayyah — Suraij berkata: dari al-Hurr — dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian istri Nabi ﷺ, ia berkata: “Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijjah, hari ‘Asyura, dan tiga hari dari setiap bulan.”
‘Affan berkata dalam riwayatnya: “Yaitu hari Senin pertama dari bulan itu dan dua hari Kamis.” (Musnad Ahmad jilid 37 halaman 24, cetakan ar-Risalah: No. 22334)
Catatan:
تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ maksudnya adalah sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, bukan termasuk tanggal 10, karena tanggal 10 adalah Idul Adha dan haram berpuasa.
Analisis Sanad:
Analisis Sanad
Hadis ini Dhaif karena Idhtirab.
- Dalam sanad hadis ini Hunaidah menerima dari istrinya dari sebagian Istri Nabi dengan membawakan redaksi shaum 9 hari bulan dzulhijjah
- Terdapat riwayat dengan jalur yang berbeda, dimana Hunaidah menerima dari ibunya, dari Ummu Salamah tentang shaum pula namun tidak menyebutkan redaksi shaum 9 hari bulan dzulhijjah.
«مسند أحمد» (44/ 82 ط الرسالة):
26480 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ هُنَيْدَةَ الْخُزَاعِيِّ، عَنْ أُمِّهِ، قَالَتْ: دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ، فَسَأَلْتُهَا عَنِ الصِّيَامِ، فَقَالَتْ: كَانَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُنِي أَنْ أَصُومَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، أَوَّلُهَا: الِاثْنَيْنِ، وَالْجُمُعَةُ، وَالْخَمِيسُ»
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail; telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin ‘Ubaidillah, dari Hunaidah al-Khuza‘i, dari ibunya, ia berkata:
“Aku masuk menemui Ummu Salamah, lalu aku bertanya kepadanya tentang puasa. Maka Ummu Salamah berkata: ‘Nabi ﷺ pernah memerintahkanku agar aku berpuasa tiga hari dari setiap bulan; permulaannya adalah: hari Senin, Jumat, dan Kamis.’” Musnad Ahmad, jilid 44 halaman 82, cetakan ar-Risalah: No. 26480
Catatan:
Riwayat ini tidak menyebutkan puasa sembilan hari Dzulhijjah, tetapi hanya menyebutkan puasa tiga hari setiap bulan. Ini termasuk salah satu bentuk perbedaan riwayat dari jalur Hunaidah, yang menjadi sebab hadisnya idhthirab.
«سنن أبي داود» (4/ 111 ت الأرنؤوط):
2452 - حدَّثنا زهيرُ بنُ حربٍ، حدَّثنا محمدُ بنُ فضيلٍ، حدَّثنا الحسنُ بنُ عُبيدِ الله، عن هُنيْدة الخُزاعيِّ عن أُمِّهِ، قالت: دخلتُ على أُمِّ سلمةَ فسألتُها عن الصِّيامِ، فقالت: كان رسولُ الله صلى الله عليه وسلم يأمرُني أن أصومَ ثلاثةَ أيامٍ من كل شهرٍ، أوَّلَها الاثنينِ، والخميسَ، والخَميسَ.
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail; telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin ‘Ubaidillah, dari Hunaidah al-Khuza‘i, dari ibunya, ia berkata: “Aku masuk menemui Ummu Salamah, lalu aku bertanya kepadanya tentang puasa. Maka ia berkata: ‘Rasulullah ﷺ pernah memerintahkanku agar aku berpuasa tiga hari dari setiap bulan; permulaannya adalah hari Senin, Kamis, dan Kamis.’” Sunan Abi Dawud, jilid 4 halaman 111, Bab 69: No. 2452
BACA JUGA:Kafilah Du’at PERSIS Gelar Kajian Hadits di Tengah Masyarakat Mualaf Mentawai